Ilustrasi ASI perah yang berwarna kekuningan. Foto: Shutter stock
Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Pulau Jawa membuat banyak orang tua, terutama ibu menyusui, khawatir dengan keamanan stok ASI perah yang disimpan di kulkas atau freezer.
Dokter Spesialis Anak, dr. Aisya Fikritama, Sp.A, menjelaskan bahwa saat terjadi pemadaman listrik, hal terpenting yang perlu dilakukan adalah menjaga suhu penyimpanan ASI tetap dingin selama mungkin.
Ini Cara Menyelamatkan Stok ASI Saat Listrik Padam
1. Hindari Sering Membuka Freezer dan Kulkas
Ilustrasi ASI Perah. Foto: Shutter Stock
Menurut dr. Aisya, selama listrik padam, pintu kulkas atau freezer sebaiknya tidak sering dibuka dan ditutup. Hal ini bertujuan agar suhu dingin di dalamnya dapat bertahan lebih lama.
"Selama pintunya tetap tertutup, jadinya suhunya bisa terjaga,” ucap dr. Aisya kepada kumparanMOM, Minggu (21/6).
ASI yang disimpan di freezer juga sebaiknya tetap dibiarkan berada di dalam freezer. Dalam kondisi penuh, freezer umumnya mampu mempertahankan suhu dingin hingga sekitar 48 jam. Sementara freezer yang tidak penuh biasanya dapat menjaga suhu selama sekitar 24 jam.
2. Pindahkan ke Cooler Bag Jika Pemadaman Berlangsung Lama
Ilustrasi cooler bag. Foto: New Africa/Shutterstock
Apabila pemadaman berlangsung cukup lama, dr. Aisya menyarankan agar ASI dipindahkan ke cooler bag atau cool box yang dilengkapi ice gel maupun ice pack.
Idealnya, suhu penyimpanan tetap berada di bawah 4 derajat Celsius. Untuk memastikannya, orang tua dapat menggunakan termometer khusus yang biasa digunakan untuk mengukur suhu kulkas atau cooler bag.
Dengan begitu, kondisi suhu penyimpanan ASI dapat terus dipantau selama listrik belum kembali normal.
3. Kenali ASI yang Masih Aman Digunakan
Dr. Aisya menjelaskan bahwa ASI yang masih memiliki kristal es meski sebagian sudah mencair masih dapat dibekukan kembali. Namun, kondisi berbeda berlaku jika ASI sudah mencair sepenuhnya dan berada pada suhu ruang terlalu lama.
Ilustrasi ASI perah. Foto: Shutter stock
"Tapi kalau ASI-nya sudah mencair seluruhnya dan berada pada suhu ruang Lebih dari 2 jam sebaiknya tidak diberikan lagi ke bayi,” tegasnya.
Hal ini karena semakin lama ASI berada pada suhu ruang, semakin tinggi risiko pertumbuhan bakteri yang dapat menurunkan kualitas dan keamanannya.
4. Jangan Lupa Beri Label pada Kantong ASI
Selain menjaga suhu penyimpanan, ibu juga dianjurkan untuk selalu memberikan label tanggal dan jam pemerahan pada setiap kantong ASI.
Ilustrasi ASI perah. Foto: Shutter Stock
Langkah ini memudahkan penggunaan ASI dengan prinsip FIFO (first in, first out), yaitu menggunakan ASI yang diperah lebih dulu sebelum stok yang lebih baru.
Apabila terjadi pemadaman listrik dalam waktu yang sangat lama atau orang tua masih ragu mengenai keamanan ASI yang tersimpan, dr. Aisya menyarankan untuk berkonsultasi dengan dokter.
“Jadi kalau mau menentukan ASI-nya tetap aman atau nggak, selama ada nggaknya listrik yang penting kita pastikan suhu penyempenya itu tetap terjaga,” pungkas dr. Aisya.