Natto, makanan fermentasi khas Jepang yang terbuat dari kacang kedelai dan kaya nutrisi, semakin menarik perhatian masyarakat global di tengah meningkatnya tren konsumsi pangan yang mendukung kesehatan pencernaan. Foto: Frederic J. Brown / AFP
Makanan tradisional Jepang tersebut dikenal memiliki aroma yang tajam, tekstur yang lengket dan berlendir, serta cita rasa khas hasil fermentasi. Foto: Andrew Caballero-Reynolds/AFP
Di Jepang, natto telah lama menjadi menu sarapan tradisional dan dikenal kaya protein, serat, serta mengandung bakteri baik yang bermanfaat bagi kesehatan usus. Foto: Angela Weiss / AFP
Dalam beberapa tahun terakhir, natto bergabung dengan deretan makanan fermentasi lain seperti kimchi dan kombucha yang popularitasnya terus meningkat di berbagai negara. Foto: Andrew Caballero-Reynolds/AFP
Natto merupakan makanan fermentasi khas Jepang yang terbuat dari kacang kedelai dan dikenal kaya akan nutrisi. Dalam beberapa tahun terakhir, makanan tradisional ini semakin populer di berbagai negara seiring meningkatnya tren konsumsi pangan yang mendukung kesehatan pencernaan.
Makanan tradisional Jepang tersebut dikenal memiliki aroma yang tajam, tekstur yang lengket dan berlendir, serta cita rasa khas hasil fermentasi.
Di Jepang, natto telah lama menjadi menu sarapan tradisional dan dikenal kaya protein, serat, serta mengandung bakteri baik yang bermanfaat bagi kesehatan usus.
Dalam beberapa tahun terakhir, natto bergabung dengan deretan makanan fermentasi lain, seperti kimchi dan kombucha yang popularitasnya terus meningkat di berbagai negara. Tren ini didorong oleh meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan pencernaan, terutama setelah pandemi Covid-19.
Turis AS Wesley Smith mengambil semangkuk sup miso di samping makan siangnya yang berisi natto di restoran Natto Kobo Sendai-ya di Tokyo. Foto: Andrew Caballero-Reynolds/AFP