Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan saat konferensi pers APBN KiTa edisi Mei 2026 di Jakarta, Selasa (19/5/2026). Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO
Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, menanggapi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang berakhir di zona merah usai pemerintah mengumumkan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) sebagai badan usaha tunggal eksportir 3 komoditas strategis.
Pada perdagangan Rabu (20/5), IHSG ditutup anjlok 52,18 poin (-0,82 persen) ke level 6.318,5. Sementara pada perdagangan sesi I hari ini, Kamis (21/5), IHSG ditutup anjlok 174,140 poin atau 2,76 persen menjadi 6.144,359.
Purbaya menjelaskan bahwa IHSG anjlok karena para investor belum memahami tujuan mekanisme ekspor yang baru. Dia meyakini perusahaan akan mendapatkan keuntungan dua kali lipat karena pemberantasan praktik under invoicing.
"Mungkin mereka [investor] belum tahu dampak sebenarnya seperti apa, kan pasar kalau ada ketidakpastian, biasanya takut jual dulu. Tapi kalau mereka nanti mengerti dampak yang sebetulnya seperti apa, harusnya akan naik," jelasnya saat ditemui di kantor Kemenko Perekonomian, Kamis (21/5).
Ilustrasi Danantara Indonesia. Foto: Dok. Danantara
Menurutnya, terbentuknya PT DSI akan menghapus praktik under invoicing dan transfer pricing yang kerap dilakukan oknum eksportir. Dengan demikian, seharusnya para emiten yang melakukan ekspor bisa mendapatkan keuntungan dua kali lipat.
"Biasanya uang jadi mainan oleh pemilik, karena perusahaan yang di luar negeri punya pemilik, kan. Sekarang bisa harusnya terefleksi langsung di penjualan mereka yang murni," tutur Purbaya.
Setelah fenomena under invoicing atau praktik-praktik merugikan lainnya itu diberantas, Purbaya menjamin valuasi perusahaan, terutama yang melantai di bursa saham, dapat meningkat secara signifikan ke depannya.
"Perusahaannya juga akan untung. Jadi harusnya bisa double untungnya yang listed di bursa yang dilaporkan. Jadi harusnya ini akan meningkatkan valuasi dari perusahaan-perusahaan itu di bursa. Jadi pasti pelan-pelan akan naik secara signifikan," tegas Purbaya.
Chief Investment Officer (CIO) Danantara Pandu Sjahrir dalam agenda Investor Relation Forum di Main Hall BEI, Jakarta, Senin (11/5/2026). Foto: Argya Maheswara/kumparan
Sementara itu, Chief of Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, juga menanggapi fenomena anjloknya IHSG akan berangsur pulih setelah sosialisasi dilakukan kepada para pengusaha setidaknya dalam 2 hari ke depan.
"Tentunya sama kalau IHSG, ini kan mereka perlu mencari certainty juga, pengin tahu hasilnya, ya Insyaallah pasti baik lah, kan kita pasti akan melihat market, market-nya penting, optimis secepatnya," tutur Pandu.
Berdasarkan dokumen pembentukan badan hukum dari Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (Ditjen AHU), Danantara telah membentuk badan usaha baru bernama PT Danantara Sumberdaya Indonesia. Pemegang saham badan usaha tersebut mencakup PT Danantara Investment Management (DIM) dan PT Danantara Mitra Sinergi.
Untuk saat ini, komoditas strategis yang diekspor lewat Danantara hanya minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) batu bara, produk olahan besi ferro alloy.