Cerita Anggy Umbara Pakai Shaman saat Syuting Film 402: Rumah Sakit Angker Korea - juandry blog

Halaman ini telah diakses: Views
kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Cerita Anggy Umbara Pakai Shaman saat Syuting Film 402: Rumah Sakit Angker Korea
May 24th 2026, 14:56 by kumparanHITS

Anggy Umbara, sutradara film 402: Rumah Sakit Angker Korea, saat ditemui di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan. Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparan
Anggy Umbara, sutradara film 402: Rumah Sakit Angker Korea, saat ditemui di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan. Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparan

Sutradara Anggy Umbara membagikan cerita menarik di balik proses syuting film 402: Rumah Sakit Angker Korea. Film horor produksi MD Pictures dan Umbara Brothers ini merupakan adaptasi dari film Korea populer, Gonjiam: Haunted Asylum.

Anggy Umbara mengungkap bahwa proses syuting dilakukan di sebuah rumah sakit terbengkalai di Korea. Menurutnya, lokasi tersebut memang memiliki suasana yang cukup menyeramkan.

“Menuju ke sananya lewat hutan-hutan, terus ada kuburan di pinggir-pinggir jalan. Sampai tempatnya juga banyak patung-patung segala macam,” kata Anggy saat ditemui di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan.

Konferensi pers perilisan trailer dan poster film 402: Rumah Sakit Angker Korea, di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan.
 Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparan
Konferensi pers perilisan trailer dan poster film 402: Rumah Sakit Angker Korea, di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan. Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparan

Karena lokasi yang cukup angker, pihak produksi di Korea sampai menghadirkan beberapa orang yang dianggap memiliki kemampuan spiritual atau shaman.

“Pas kita syuting itu shamannya beneran ada. Mereka datangin beberapa orang pintar yang dihormati secara spiritual,” ungkap Anggy.

Anggy mengatakan, para shaman tersebut melakukan semacam permisi atau ritual sesuai tradisi mereka. Hal itu dilakukan agar proses syuting berjalan lancar dan tidak ada gangguan.

“Kita bilang saja ke production support di sana, kalau mau syuting di sini, bilangin dong jangan diganggu-ganggu kalau ada yang aneh-aneh. Akhirnya mereka blessing in their ways,” tutur Anggy.

Saputra Kori saat ditemui di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan.
 Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparan
Saputra Kori saat ditemui di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan. Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparan

Saputra Kori Cerita Tantangan Main di Film Found Footage 402: Rumah Sakit Angker Korea

Selain lokasi yang menyeramkan, tantangan lain dalam film ini adalah konsep found footage. Para pemain tidak hanya berakting, tetapi juga harus ikut merekam adegan menggunakan kamera.

Anggy menjelaskan, ada banyak kamera yang digunakan selama syuting. Setiap pemain memakai dua GoPro di tubuh mereka, satu mengarah ke wajah dan satu lagi ke depan. Beberapa pemain juga memegang kamera tambahan.

“Setiap orang pakai dua GoPro, ke mukanya dan ke depan. Terus ada yang pegang kamera besar lagi, pegang senter juga. Jadi satu orang minimal tiga kamera,” tutur Anggy.

Hal itu membuat proses penyutradaraan menjadi berbeda. Anggy harus memantau banyak monitor sekaligus dari jarak jauh karena kru tidak bisa terlalu dekat dengan pemain.

“Monitor saya banyak banget, kayak di ruang sekuriti. Harus fokus ke setiap orang, situasinya mau ambil dari GoPro yang mana, CCTV yang mana,” ucapnya.

Konferensi pers perilisan trailer dan poster film 402: Rumah Sakit Angker Korea, di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan.
 Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparan
Konferensi pers perilisan trailer dan poster film 402: Rumah Sakit Angker Korea, di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan. Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparan

Saputra Kori, yang memerankan karakter Adit, juga menceritakan pengalamannya saat menjalani syuting. Meski dikenal sebagai konten kreator, Kori mengaku tetap merasa kesulitan karena harus berakting sambil mengoperasikan kamera.

“Tantangan terbesarnya gimana caranya akting, pegang tiga kamera, dan menyesuaikan dialog biar balance,” kata Kori.

Kori juga sempat mengalami kejadian lucu sekaligus menegangkan saat syuting. Ia pernah terlalu jauh naik ke lantai atas karena tidak mendengar instruksi cut melalui HT.

“Harusnya naik cuma sampai lantai dua, tapi karena enggak dengar, aku naik sampai lantai empat. Terus aku ngerasa kok enggak ada orang, kok enggak ada cut juga,” ungkapnya.

Elang El Gibran saat ditemui di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan.
 Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparan
Elang El Gibran saat ditemui di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan. Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparan

Elang El Gibran, pemeran Bara, juga mengatakan bahwa konsep found footage membuat fokus para pemain harus terbagi. Mereka harus tetap masuk ke dalam karakter, tetapi di saat yang sama juga memastikan gambar yang diambil tetap bagus.

“Rumitnya karena fokus harus terbelah antara pengadeganan dan cari footage yang bagus,” kata Elang.

Film 402: Rumah Sakit Angker Korea bercerita mengenai kumpulan content creator dengan nama Para Pencari Hantu yang melakukan live streaming di sebuah rumah sakit paling angker di Korea Selatan.

Di sana, kelompok tersebut mendapat serangkaian teror yang mengerikan dan mencekam. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop pada 9 Juli.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url