Para pengunjuk rasa memegang pagar kawat berduri pada aksi unjuk rasa. Foto: ANTARA FOTO/Abriawan Abhe
Masyarakat Kecamatan Besitang dan Kecamatan Brandan Barat, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, melakukan unjuk rasa di depan Kantor Bupati Langkat pada Senin (20/4). Unjuk rasa itu diwarnai aksi dorong-dorongan hingga pintu gerbang Kantor Bupati Langkat roboh.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Langkat, Dameka Singarimbun, mengatakan awalnya massa sekitar 1.000 orang melakukan unjuk rasa di Kantor DPRD Kabupaten Langkat pada pukul 10.00 WIB.
Kemudian, massa bergeser ke depan Kantor Bupati Langkat pada pukul 12.00 WIB. Mereka menuntut agar bantuan bagi korban bencana di Langkat didata secara menyeluruh tanpa tebang pilih.
“Bantuan korban dampak bencana. Menuntut untuk didata semua supaya semua dapat bantuan. Jangan dipilih-pilih seperti itu,” kata Dameka saat dihubungi.
“Informasi yang beredar, selama ini memang sudah didata berdasarkan rumah yang rusak. Cuma mungkin masih ada yang belum terdata. Mereka juga meminta bantuan karena terdampak banjir,” sambung Dameka.
Dameka menyebutkan, massa hanya melakukan perusakan terhadap gerbang dan tidak merusak fasilitas lainnya.
“Gerbang saja tadi mereka terobos. Gerbangnya memang disenggol sampai jatuh,” pungkas Dameka.