Situasi di Pulau Batang Dua (lokasinya di tengah laut antara Ternate dan Bitung), Kamis pagi (2/4/2026). Foto: Istimewa
Gempa bumi dengan magnitudo 7,6 yang mengguncang perairan Sulawesi Utara-Maluku Utara terasa kuat di Ternate, ibu kota Provinsi Maluku Utara, Kamis (2/4).
Warga Ternate, Hasby, yang dihubungi kumparan, mengatakan bahwa saat gempa terjadi, kepanikan melanda warga, terutama yang bermukim di pesisir.
"Pas gempa tadi, ibu-ibu di pesisir pantai sini panik, lari karena ada goncangan kuat," ujarnya.
Tak hanya itu, dampak lain dari gempa tersebut juga membuat para siswa di Kota Ternate dipulangkan lebih awal dari biasanya.
"Semua siswa, baik SD, SMP, sampai SMA sudah dipulangkan lebih awal karena gempa tadi. Karena takut gempa susulan," jelasnya.
Namun, Hasby juga menyebutkan bahwa sejauh ini, Kota Ternate dan wilayah pesisirnya masih aman dari dampak gempa, baik ancaman tsunami maupun kerusakan bangunan.
"Pesisir aman, di Kota Ternate juga tidak ada yang retak. Cuma kepanikan warga tadi saja pas terjadi gempa," tutupnya.