Purbaya Respons S&P soal Ketahanan Ekonomi RI, Pastikan Defisit-Utang Terkendali - juandry blog

Halaman ini telah diakses: Views
kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Purbaya Respons S&P soal Ketahanan Ekonomi RI, Pastikan Defisit-Utang Terkendali
Apr 16th 2026, 08:33 by kumparanBISNIS

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Peninsula Hotel New York, pada Senin (13/4). Foto: Dok. Kementerian Keuangan
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Peninsula Hotel New York, pada Senin (13/4). Foto: Dok. Kementerian Keuangan

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa merespons lembaga pemeringkat global Standard & Poor’s (S&P) menyoroti secara rinci kondisi fiskal Indonesia dalam pertemuan yang berlangsung di Washington DC pada Selasa (14/4).

S&P Global Rating melaporkan peringkat kredit Indonesia saat ini berada pada level BBB dengan prospek stabil. Meski begitu, peringkat kredit Indonesia dinilai sangat sensitif terhadap pelemahan indikator fiskal serta eksternal akibat perang.

Purbaya menjelaskan S&P menekankan pentingnya konsistensi pemerintah dalam menjaga defisit di bawah 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

“Jadi, kita bilang kita konsisten dengan kebijakan itu. Presiden kita telah memberikan arahan bahwa defisit kita harus dijaga di bawah 3 persen dari PDB,” kata Purbaya usai pertemuannya dengan S&P di Washington DC, Amerika Serikat, dikutip pada Kamis (16/4).

Selain itu, S&P juga menyoroti rasio pembayaran utang terhadap penerimaan negara yang dinilai masih menjadi perhatian. Purbaya meyakinkan rasio tersebut masih dalam batas yang terkendali dan akan terus diperbaiki ke depan, seiring dengan upaya peningkatan penerimaan pajak dan cukai.

“Tapi kita akan perbaiki ke depan sesuai dengan kondisi perbaikan pengumpulan pajak dan pengumpulan cukai kita karena kita sudah restrukturisasi itu, organisasi pajak dan cukai supaya performanya lebih baik,” jelas Purbaya.

Ilustrasi Gedung Kementerian Keuangan RI.  Foto: Wulandari Wulandari/Shutterstock
Ilustrasi Gedung Kementerian Keuangan RI. Foto: Wulandari Wulandari/Shutterstock

Dalam pertemuan itu, Purbaya memaparkan kinerja penerimaan pajak yang menunjukkan pertumbuhan signifikan. Pada dua bulan pertama tahun ini, penerimaan pajak tercatat tumbuh sekitar 30 persen, sementara pada periode Januari hingga Maret tumbuh sekitar 20 persen

“Saya bilang kita akan monitor terus dan memastikan keadaan ekonomi tetap baik dan fiskal kita akan jaga, tidak memburuk revisi pembayaran tambahan,” tegas Purbaya.

Purbaya memastikan laporan yang menyebut Indonesia memiliki risiko relatif tinggi di kawasan Asia itu merujuk pada penilaian sebelum pertemuan terbaru dengan S&P. Bahkan, kata Purbaya, lembaga tersebut memandang prospek Indonesia secara positif.

“Jadi sepertinya mereka sudah melakukan assessment ulang dan di hari Selasa ketika saya meeting dengan mereka, mereka memberikan konfirmasi bahwa memang kita tidak berubah, masih stable dengan rating tetapi artinya dari situ kita bukan dalam posisi yang lemah dari sisi fiskal,” tutur Purbaya.

“Kalau message dari mereka clear dan mereka Juni nanti akan datang lagi ke Indonesia untuk mendiskusikan atau menilai kondisi ekonomi maupun anggaran Indonesia secara keseluruhan. Jadi mereka pandangannya amat positif dari Indonesia,” tambahnya.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url