Purbaya Prediksi Subsidi Energi Bengkak hingga Rp 100 T Tahun Ini - juandry blog

Halaman ini telah diakses: Views
kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Purbaya Prediksi Subsidi Energi Bengkak hingga Rp 100 T Tahun Ini
Apr 1st 2026, 15:57 by kumparanBISNIS

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjawab pertanyaan wartawan saat media briefing di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (31/12/2025). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjawab pertanyaan wartawan saat media briefing di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (31/12/2025). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan anggaran subsidi energi bertambah antara Rp 90 triliun hingga Rp 100 triliun imbas kenaikan harga minyak mentah akibat perang Iran-Israel, sementara harga BBM subsidi tetap.

Purbaya memastikan angka Rp 90 triliun hingga Rp 100 triliun tersebut merupakan anggaran tambahan untuk subsidi energi. Sementara tambahan anggaran kompensasi untuk PT Pertamina (Persero) masih dihitung.

"Rp 90 triliun sampai Rp 100 triliun, subsidi kan kompensasi lain lagi," kata Purbaya di Kantor Danantara Indonesia, Jakarta, Rabu (1/4).

Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 pemerintah menganggarkan Rp 210,1 triliun untuk subsidi energi, yang meliputi BBM, listrik, dan LPG 3 kg.

Purbaya menyebut, tambahan anggaran subsidi energi berasal dari penghematan anggaran kementerian dan lembaga. Sementara Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp 420 triliun baru akan digunakan jika kondisi fiskal benar-benar genting.

"Ada penghematan sedikit-sedikit di sana sini. Kita melakukan penghematan tahap 1, tahap 2, tahap 3 di belanja kementerian lembaga yang tidak terlalu jelas. Dan kalau kepepet, saya punya SAL sekarang naik Rp 420 triliun," jelasnya.

Sebelumnya PT Pertamina Patra Niaga memastikan tidak ada penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM), baik produk nonsubsidi maupun bersubsidi, per 1 April 2026. Dengan begitu, harga BBM masih sama seperti 1 Maret 2026.

Mengutip dari laman resmi Pertamina Patra Niaga pada Selasa (31/3), harga Pertamax untuk Jakarta dan beberapa wilayah di Jawa-Bali serta Nusa Tenggara seharga Rp 12.300 per liter. Pertamax Turbo dipatok pada harga Rp 13.100 per liter. Pertamax Green seharga Rp 12.900 per liter.

Sementara untuk Dexlite, harganya ditetapkan sebesar Rp 14.200 per liter. Pertamina Dex dibanderol Rp 14.500 per liter. Harga BBM Subsidi seperti Pertalite tetap berada di Rp 10.000 per liter dan Biosolar di angka Rp 6.800 per liter.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi juga secara tegas membantah rumor kenaikan harga BBM subsidi maupun nonsubsidi.

"Pertamina menyatakan bahwa Pertamina belum akan melakukan penyesuaian harga, baik untuk BBM subsidi maupun BBM nonsubsidi," ujar Prasetyo dalam keterangannya, Selasa (31/3).

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url