Waste Station MR.DIY dan Rekosistem di Stasiun MRT Blok M, Jakarta Selatan. Foto: MR.DIY x Rekosistem
Buat Ladies yang punya banyak sampah skin care dan makeup, jangan lagi bingung buang ke mana. Sebab, MR.DIY dan Rekosistem kini berkolaborasi meluncurkan waste station (bank sampah) di lokasi strategis yang mudah dijangkau dengan transportasi umum.
Waste station MR.DIY dan Rekosistem ini resmi dirilis pada Jumat (24/4). Bank sampah ini berlokasi di dekat tangga masuk Stasiun MRT Blok M BCA dan Taman Literasi Martha Christina Tiahahu. Tanpa perlu sulit dicari, waste station ini sangat mudah untuk ditemukan berkat desain lukisan mentereng karya seniman visual asal Yogyakarta, Wulang Sunu.
Menurut Chief Financial Officer MR.DIY Indonesia, Rika Juniaty Tanzil, kolaborasi dengan Rekosistem adalah langkah konkret dalam mendukung pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab. MR.DIY ingin mengambil peran aktif dalam mencari solusi permasalahan pengelolaan sampah yang masih pelik di Indonesia.
Waste Station MR.DIY dan Rekosistem di Stasiun MRT Blok M, Jakarta Selatan. Foto: MR.DIY x Rekosistem
“Ini juga memperkuat komitmen keberlanjutan kami yang menjadi bagian dari payung besar program MR.DIY for Indonesia. Waste Station ini adalah kelanjutan dari program Recycle Dropbox yang sudah kami jalankan sejak 2024. Hingga saat ini, sudah ada 52 dropbox di gerai kami,” jelas Rika di The Full Yolk, Panglima Polim, Jakarta Selatan, Jumat (24/4).
Menurut data Kementerian Lingkungan Hidup, sampah yang belum terkelola di Indonesia hingga akhir 2025 mencapai 109.092 ton per hari. Padahal, penduduk Jakarta bisa menghasilkan hingga 8 ribu ton sampah setiap harinya. Inilah mengapa, menurut Rekosistem dan MR.DIY, pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab semua pihak.
Waste Station MR.DIY dan Rekosistem ini berfungsi menerima sampah yang disetorkan oleh masyarakat. Siapa pun bisa menyetorkan sampah daur ulang ke bank sampah ini. Kamu harus menggunakan aplikasi Rekosistem di smartphone untuk mendata sampah apa yang kamu setorkan. Sampah yang disetorkan juga bernilai dan bisa ditukarkan dengan poin khusus dalam aplikasi Rekosistem, bernama Rekopoin.
Waste Station MR.DIY dan Rekosistem di Stasiun MRT Blok M, Jakarta Selatan. Foto: MR.DIY x Rekosistem
Co-Founder dan Chief Operating Officer Rekosistem, Joshua Valentino, mengatakan Rekosistem bertugas untuk melakukan pengelolaan dan pemilahan sampah yang sudah disetorkan oleh masyarakat. Meski begitu, sebelum menyetorkan sampah, kamu disarankan untuk lebih dulu memilah dan mengelompokkan sampah daur ulang berdasarkan jenisnya, seperti plastik, kaca, dan sebagainya.
“Saat ini yang kami lakukan, ketika bicara pengelolaan sampah, kami melakukan edukasi, mengumpulkan sampah, dan melakukan pemilahan. Dari situ muncullah pemilahan sampah yang sebenarnya sangat penting dalam tata kelola pengelolaan sampah. Dengan informasi tersebut, kita tahu sampah ini mau kita apakan. Kita kemudian mendistribusikan sampahnya ke pendaur ulang agar bisa didaur ulang dengan baik,” jelas Joshua.
Bisa setor sampah skin care dan makeup
Ilustrasi mengirim sampah skin care ke bank sampah. Foto: Shutter Stock
Joshua mengatakan, waste station MR.DIY dan Rekosistem sangat terbuka untuk menerima sampah skin care dan makeup. Namun, ada syaratnya: Isi produk harus dihabiskan terlebih dahulu sebelum disetorkan.
“Apakah bisa? Bisa. Tapi, sama seperti sampah-sampah lainnya, kalau bisa (skin care dan makeup) dikonsumsi habis dulu. Sebab, kami menganggap isi produknya sebagai polutan dari material aslinya. Jadi, harus dihabiskan dulu, sehingga tidak menjadi ‘ekstra pekerjaan’ bagi para pemilah yang mengerjakan sampah-sampah ini,” jelas Joshua kepada kumparanWOMAN.
Nantinya, setelah disetorkan, petugas akan memisahkan kemasan makeup dan skin care sesuai jenisnya, seperti plastik dan kaca beling. Proses inilah yang dinamakan disassembling. Setelah dipilah dan dipisahkan, barulah dikirim ke pabrik daur ulang untuk didaur ulang menjadi material selanjutnya.
Sayangnya, Waste Station MR.DIY dan Rekosistem belum menerima sampah baju atau tekstil. Sebab, menurut Joshua, pengelolaan limbah tekstil membutuhkan teknologi khusus yang saat ini belum banyak dimiliki oleh pabrik-pabrik pendaur ulang. Kalaupun ada, biasanya pabrik hanya menerima limbah dari perusahaan besar, bukan dari individu.
Buat kamu yang ingin menyetorkan sampah rumah tangga, termasuk skin care dan makeup yang bisa didaur ulang, kamu bisa membawa langsung sampah yang sudah dipilah ke Waste Station MR.DIY dan Rekosistem di MRT Blok M. Bank sampah ini buka setiap Senin, Selasa, Kamis—Minggu dan tutup setiap Rabu.