Cara Kerja KB IUD dan Penyebab Bisa Hamil Meski Sudah Pakai - juandry blog

Halaman ini telah diakses: Views
kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Cara Kerja KB IUD dan Penyebab Bisa Hamil Meski Sudah Pakai
Apr 16th 2026, 11:00 by kumparanMOM

 Ilustrasi KB IUD Tembaga. Foto: Shutterstock
Ilustrasi KB IUD Tembaga. Foto: Shutterstock

IUD atau Intrauterine Device dikenal sebagai salah satu metode kontrasepsi yang efektif dalam mencegah kehamilan. KB yang satu ini memiliki efektivitas sebesar 99 persen jika dipasang dengan benar. Namun, masih banyak yang belum memahami cara kerja alat ini di dalam rahim.

Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan, dr. Andrew Yurius Christian, SpOG, menjelaskan, cara kerja IUD di tubuh perempuan tidak hanya satu, melainkan dua proses utama yang saling mendukung.

1. Melemahkan dan Membunuh Sperma

IUD, khususnya yang mengandung tembaga, menciptakan lingkungan yang tidak bersahabat bagi sperma. Saat sperma masuk ke dalam rahim, kandungan tembaga akan membuat sperma menjadi lemah bahkan mati.

Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan dr. Andrew Yurius Christian, SpOG dalam podcast Ask the Expert kumparanMOM. Foto: kumparan
Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan dr. Andrew Yurius Christian, SpOG dalam podcast Ask the Expert kumparanMOM. Foto: kumparan

Namun, dalam kondisi tertentu, ada kemungkinan sperma yang sangat kuat tetap bisa bertahan dan melanjutkan perjalanan hingga ke saluran tuba.

“Tapi ada kondisi kadang sperma yang bagus banget, kuat, tembus dia berhasil lewat. Pas banget sang istri ovulasi, terjadilah pembuahan,” ungkap dr. Andrew saat live TikTok bersama kumparanMOM, Kamis (9/4).

2. Menipiskan Dinding Rahim

Selain memengaruhi sperma, IUD juga menyebabkan peradangan ringan pada dinding rahim (endometrium). Akibatnya, lapisan rahim menjadi lebih tipis dari biasanya.

Ilustrasi mengecek KB IUD. Foto: Allo4e4ka/Shutterstock
Ilustrasi mengecek KB IUD. Foto: Allo4e4ka/Shutterstock

Padahal, embrio membutuhkan dinding rahim yang tebal dan sehat untuk bisa menempel dan berkembang. Karena dinding rahim menipis, embrio yang terbentuk umumnya tidak dapat menempel dengan baik dan akhirnya luruh.

Lantas, Kapan Kehamilan Bisa Terjadi?

Meskipun efektif, kehamilan tetap bisa terjadi dalam kondisi tertentu. Salah satunya jika posisi IUD bergeser dari tempat semestinya, misalnya turun ke serviks atau tidak lagi berada di dalam rahim.

Ilustrasi dokter menjelaskan pemasangan KB IUD. Foto: Rabizo Anatolii/Shutterstock
Ilustrasi dokter menjelaskan pemasangan KB IUD. Foto: Rabizo Anatolii/Shutterstock

dr. Andrew menjelaskan, kondisi ini bisa terjadi jika Anda jarang melakukan kontrol atau tidak memeriksakan diri meskipun ada keluhan. Saat posisi IUD tidak optimal, perlindungan terhadap kehamilan pun menurun.

Dalam situasi tersebut, sperma yang berhasil mencapai sel telur dapat menyebabkan pembuahan. Jika embrio kemudian berhasil menempel di dinding rahim, maka terjadilah kehamilan, yang menandakan kegagalan IUD sebagai alat kontrasepsi.

Nah Moms, apakah Anda salah satu pengguna KB IUD? Bagaimana pengalaman Anda sejauh ini menggunakan kontrasepsi tersebut?

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url