Balita Sering Menjilat Lantai, Wajar atau Perlu Dikhawatirkan? - juandry blog

Halaman ini telah diakses: Views
kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Balita Sering Menjilat Lantai, Wajar atau Perlu Dikhawatirkan?
Apr 22nd 2026, 18:00 by kumparanMOM

Ilustrasi bayi yang merangkak di permukaan yang aman. Foto: Photo by MHIN/Shutterstock Foto: Shutterstock
Ilustrasi bayi yang merangkak di permukaan yang aman. Foto: Photo by MHIN/Shutterstock Foto: Shutterstock

Moms, di fase balita, si kecil akan melewati banyak tahapan perkembangan yang unik mulai dari merangkak, mengoceh (bubbling), hingga perilaku yang kadang terasa aneh.

Misalnya, suka nungging, memasukkan benda ke mulut, hingga menjilat lantai seperti yang terlihat pada video balita di Instagram @krabbypatty2027. Dalam video tersebut, balita tampak sering mencium hingga menjilat lantai setiap hari. Ternyata, banyak orang tua mengaku mengalami hal serupa pada anak mereka.

Lantas, apakah perilaku ini normal?

Normal atau Wajar Balita Menjilat Lantai?

Menurut dokter spesialis anak, dr. Aisya Fikritama, Sp.A, kebiasaan ini berkaitan dengan fase oral exploration. Pada tahap ini, balita menggunakan mulut sebagai alat utama untuk mengenal dunia di sekitarnya mulai dari tekstur, rasa, hingga suhu. Artinya, ketika anak menjilat, mencium, atau memasukkan tangan ke dalam mulut, hal tersebut merupakan bagian dari perkembangan motorik dan sensorik yang normal.

“Umumnya balita berada di fase ini pada usia 6 bulan sampai 3 tahun. Jadi masih wajar, tapi perlu diperhatikan jika terjadi setelah usia 3 tahun,” ujar dr. Aisya kepada kumparanMOM, Rabu (21/4).

Selain itu, anak juga bisa sedang berada di fase self-soothing, yaitu kondisi ketika balita merasa nyaman saat menghisap atau menggigit sesuatu. Hal ini juga bisa dipicu oleh rasa tidak nyaman pada gusi saat gigi mulai tumbuh.

Apa yang Perlu Dilakukan Orang Tua?

Ilustrasi bayi merangkak. Foto: Shutter Stock
Ilustrasi bayi merangkak. Foto: Shutter Stock

Jika si kecil sedang berada di fase ini, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan agar tetap aman dan nyaman:

  • Hindari melarang atau memarahi anak, karena bisa memengaruhi kondisi psikologisnya

  • Pastikan lingkungan bermain aman dan jauh dari benda kecil berbahaya

  • Rutin membersihkan lantai dan hindari paparan bahan kimia

  • Berikan mainan yang aman untuk digigit (teether)

  • Ajak anak melakukan sensory play untuk menyalurkan rasa ingin tahunya.

Namun, orang tua tetap perlu waspada jika perilaku ini terjadi secara berlebihan, terutama setelah anak berusia di atas 3 tahun.

“Perlu perhatian khusus jika anak menunjukkan kebiasaan memasukkan benda secara ekstrem di atas usia 3 tahun, apalagi jika disertai pica, yaitu kondisi ketika anak memakan benda yang bukan makanan seperti batu atau kertas. Ini bisa berdampak pada tumbuh kembangnya,” tutup dr. Aisya.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url