Ibu hamil termasuk dalam golongan yang diperbolehkan tidak puasa. Namun sebagian ibu yang merasa kondisi tubuhnya bugar memilih tetap berpuasa untuk memaksimalkan pahala di bulan Ramadan.
Meski demikian, ada anggapan bahwa puasa saat hamil bisa mengurangi air ketuban. Lantas benarkah anggapan tersebut?
Benar Nggak Ya, Puasa saat Hamil Bisa Kurangi Air Ketuban?
Ilustrasi Janin. Foto: Shutter StockIlustrasi ibu hamil buang air kecil atau pecah ketuban. Foto: Shutter Stock
Medical News Today melansir, air ketuban mengandung nutrisi, hormon, dan antibodi yang penting untuk melindungi bayi di dalam kandungan.
Selain itu, dengan air ketuban inilah janin belajar bernapas, menelan makanan yang dikonsumsi oleh ibu, dan bergerak. Oleh sebab itu, Anda perlu memastikan jumlahnya cukup untuk bayi.
Sementara itu, menurut Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan dr. Dinda Derdameisya, SpOG, asupan makanan ibu hamil yang berpuasa memang cenderung akan berkurang setiap hari. Kondisi ini bisa jadi salah satu faktor yang membuat air ketuban berkurang.
Moms, ibu hamil yang berpuasa membutuhkan minimal asupan 1.700 kilo kalori per harinya. Namun, tidak semua ibu hamil berhasil memenuhinya saat puasa. Biasanya, kata dr. Dinda, beberapa ibu hamil hanya bisa memenuhi 1.000 kalori per hari selama puasa.
"Nah kalau kurang berarti asupan gizi ke bayinya pun akan kurang," ujar dr. Dinda saat dihubungi kumparanMOM, beberapa waktu lalu.
Kondisi air ketuban yang berkurang bisa memengaruhi perkembangan janin, karena nutrisi yang seharusnya ia konsumsi juga jadi tidak maksimal.
"Air ketuban kan termasuk di dalamnya air kencing bayi. Jadi itu kondisi di mana bayinya dehidrasi bisa berkurang," jelas dokter yang praktik di RS Brawijaya tersebut.
Air ketuban yang berkurang tidak bisa dirasakan secara fisik ya, Moms. Anda hanya bisa mengetahuinya dari pemeriksaan Ultrasonography (USG). Oleh karena itu, pada saat sahur dan berbuka, pastikan Anda dapat menjaga asupan nutrisi dan cairan, agar air ketuban tidak berkurang.
"Gimana cara menjaga nutrisinya? Yaitu membagi dua waktu makan sesuai dengan kalori yang dibutuhkan oleh ibu hamil perharinya," sambungnya.
Nah Moms, dr. Dinda menyarankan, bila hasil pemeriksaan menunjukkan air ketuban Anda berkurang, hingga kondisi tubuh lemas atau dehidrasi, sebaiknya segera membatalkan puasa. Setelah itu, segeralah berkonsultasi dengan dokter kandungan Anda untuk mendapat penanganan lebih lanjut.
"Kalau sudah begitu jangan puasa dulu kalau air ketubannya berkurang," pungkasnya.