Menko Perekonomian Airlangga Hartarto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (19/3). Foto: Zamachsyari/kumparan
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menilai hubungan Indonesia-Jepang semakin erat usai kunjungan resmi Presiden Prabowo pada Minggu (29/3).
Indonesia dan Jepang telah menjalin kemitraan komprehensif selama 68 tahun di berbagai sektor strategis, mulai dari ekonomi, politik, hingga sosial budaya.
Sebagai hasil konkret forum bisnis, kedua negara menandatangani 10 Nota Kesepahaman (MoU) dengan total nilai sekitar USD23,1 miliar atau setara Rp 392,7 triliun.
Memasuki hari kedua, Senin (30/3), Prabowo bersama Airlangga dan sejumlah menteri menghadiri Forum Bisnis Indonesia-Jepang yang digelar di Imperial Hotel Tokyo.
Forum ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kerja sama ekonomi yang telah terbangun selama puluhan tahun, sekaligus membuka peluang kolaborasi baru.
Di hadapan pelaku usaha kedua negara, Prabowo menegaskan komitmennya untuk mendorong hubungan bilateral ke level yang lebih tinggi dan lebih cepat.
"Saya hadir di sini bukan hanya untuk melanjutkan kemitraan yang sudah ada, tetapi untuk mendorongnya ke tingkat yang lebih tinggi dan lebih cepat. Dunia semakin mengecil. Tidak ada pilihan lain selain kerja sama erat di semua bidang. Saya percaya hubungan ekonomi dan kemitraan yang kuat akan menghasilkan perdamaian dan persahabatan yang berkelanjutan. Jika kita memiliki kepentingan bersama, kita akan menjaga masa kini dan masa depan," ungkap Presiden Prabowo.
Ia juga menyoroti peran besar perusahaan Jepang dalam mendukung perekonomian Indonesia di berbagai sektor, yang selama ini menjadi fondasi kuat hubungan kedua negara.
Forum tersebut sekaligus menegaskan posisi Indonesia sebagai mitra strategis utama Jepang di kawasan. Pemerintah mendorong agar kerja sama ke depan tidak hanya berfokus pada sektor tradisional, tetapi juga mengarah pada kolaborasi yang lebih modern dan berorientasi masa depan.
Ekspor RI ke Jepang
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melakukan kunjungan kehormatan kepada Kaisar Jepang Naruhito di Istana Kekaisaran Jepang, Tokyo pada Senin (30/3/2026). Foto: Dok. Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden
Secara ekonomi, hubungan kedua negara terus menunjukkan tren positif. Jepang tercatat sebagai tujuan ekspor terbesar keempat Indonesia dengan nilai mencapai USD 17,61 miliar.
Dari sisi investasi, Jepang juga menjadi salah satu investor utama dengan nilai realisasi sebesar USD 3,13 miliar, terutama di sektor otomotif dan alat transportasi, serta industri kimia dan farmasi.
Tak hanya itu, Jepang juga berperan besar dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia, mulai dari transportasi, pelabuhan, energi, hingga pengembangan kawasan perkotaan melalui berbagai skema kerja sama.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo turut memberikan apresiasi terhadap kualitas investasi Jepang yang dinilai unggul dari sisi teknologi, disiplin, dan komitmen jangka panjang.
"Jepang membawa kualitas dalam investasi, disiplin, teknologi, dan komitmen jangka panjang. Itulah sebabnya investasi Jepang dihormati, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di seluruh dunia dan secara pribadi saya sangat menghargai hubungan ini," ujar Presiden Prabowo.
Selain itu, pembaruan Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA) juga tengah didorong untuk memperkuat fondasi kerja sama melalui peningkatan akses pasar dan modernisasi kerangka ekonomi bilateral.
Ke depan, Indonesia dan Jepang diarahkan untuk memperluas kerja sama di tiga sektor utama, yakni transisi energi dan pertumbuhan hijau, transformasi industri dan hilirisasi, serta penguatan rantai pasok global.
Di samping itu, Airlangga menilai pertemuan bisnis dan penandatanganan MoU tersebut menjadi langkah nyata dalam memperdalam kemitraan kedua negara.
"Pertemuan business-to-business dan pertukaran MoU ini merupakan langkah konkret menuju pembangunan kemitraan yang lebih kuat. Indonesia percaya bahwa masa depan kemitraan ini terletak pada bekerja, berinovasi, dan bertumbuh bersama, sehingga dapat membentuk masa depan yang penuh kemakmuran bersama, tak hanya untuk kedua negara, tetapi juga untuk kawasan Indo-Pasifik," tutur Airlangga.
Forum ini turut dihadiri sejumlah pejabat dan pelaku usaha dari kedua negara, termasuk perwakilan pemerintah Jepang dan organisasi bisnis, yang menegaskan kuatnya dukungan terhadap penguatan kerja sama Indonesia-Jepang ke depan.