Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Kantor Kemenkeu, Jakarta Pusat, Selasa (27/1/2026). Foto: Widya Islamiati/kumparan
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan belum akan mengubah APBN terkait harga minyak dunia yang tidak stabil di tengah perang Iran vs AS-Israel. Menurutnya sejauh ini kondisi ekonomi Indonesia masih mumpuni untuk menanggung subsidi BBM.
"Kita masih aman, masih kuat. Ini kan baru beberapa hari naiknya. Kita kan subsidinya setahun penuh. Rata-rata setahun 70 asumsi kita. Ini kan baru beberapa hari saja," kata Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (10/2).
"Jadi belum cukup untuk mengubah anggaran kita. Jadi kita masih bisa absorb," tuturnya.
Purbaya mengatakan, perlu ada analisa khusus untuk menentukan perubahan anggaran. Tak bisa sembarangan dalam menentukan sebuah anggaran.
"Jadi kita lihat pastikan, betul nggak naik, betul nggak turun. Begitu beberapa hari, beberapa minggu naik. Yaudah kita bisa antipasti naik terus. Ini kan nggak, naik, tiba-tiba turun lagi. Nanti kalau harga minyak turun, kita ubah lagi," ungkapnya.
Strategi Purbaya Stabilkan Rupiah
Imbas gejolak geopolitik saat ini, Rupiah juga belakang melemah hingga ke angka Rp 17 ribu. Ada sejumlah strategi yang dilakukan Purbaya dalam menstabilkan Rupiah.
"Kalau kita memastikan perkembangan ekonomi bagus, uang di sistem cukup, dan BI mungkin monitor keadaan nilai tukar seperti apa. Jadi, kerja sama yang enak antara pemerintah dengan BI perlu untuk menjaga stabilitas nilai tukar. Dan kalau kompak seperti ini, enggak terlalu sulit mengendalikan gejolak pasar dunia," paparnya.