Pendukung di Teheran menyambut penunjukan Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, pada Senin (9/3). Foto: Majid Asgaripour/WANA via ReutersSejumlah warga mengaku merasa yakin bahwa arah kepemimpinan Iran akan tetap berlanjut di bawah Mojtaba. "Sekarang kami yakin bahwa jalan ini akan berlanjut di bawah kepemimpinannya," ujar seorang warga Teheran. Foto: Majid Asgaripour/WANA via ReutersPengangkatan Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi juga menandakan bahwa kelompok garis keras masih mempertahankan pengaruh kuat dalam pemerintahan Iran. Foto: Majid Asgaripour/WANA via ReutersPenunjukan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan regional, setelah konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang baru berlangsung sekitar satu pekan. Foto: Majid Asgaripour/WANA via Reuters
Masyarakat di Teheran menyambut penunjukan Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, menggantikan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, pada Senin (9/3).
Sejumlah warga mengaku merasa yakin bahwa arah kepemimpinan Iran akan tetap berlanjut di bawah Mojtaba. "Sekarang kami yakin bahwa jalan ini akan berlanjut di bawah kepemimpinannya," ujar seorang warga Teheran.
Penunjukan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan regional, setelah konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang baru berlangsung sekitar satu pekan.
Mojtaba Khamenei dikenal sebagai ulama yang memiliki pengaruh besar di kalangan pasukan keamanan Iran serta jaringan bisnis yang berkembang di bawah kepemimpinan ayahnya.
Badan yang terdiri dari 88 ulama memiliki kewenangan untuk memilih pengganti Pemimpin Tertinggi Iran. Dengan hasil pemungutan suara dari badan tersebut, Mojtaba resmi melanjutkan kepemimpinan yang sebelumnya dipegang oleh Ali Khamenei.
Mojtaba Khamenei, putra kedua Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, mengunjungi kantor Hizbullah di Teheran, Iran, 1 Oktober 2024. Foto: Kantor Pemimpin Tertinggi Iran/WANA via REUTERS