Ilustrasi berat badan. Foto: Pixel-Shot/Shutterstock
Saat berpuasa di bulan Ramadan, salah satu fenomena yang kerap dialami oleh banyak perempuan adalah berat badan bertambah. Ini mungkin cukup membingungkan. Sebab, selama Ramadan kita tidak makan dan minum lebih dari 13 jam, sehingga seharusnya berat badan kita menurun.
Lantas, mengapa berat badan kita justru bertambah di bulan suci?
Menurut Dokter Spesialis Gizi Klinik Siloam Hospitals Mampang dr. Firisha Virgidewi Witjaksono, Sp.GK, penyebab utamanya adalah kesalahan dalam pola dan cara makan, Ladies.
Firisha menjelaskan, kesalahan makan pertama yang membuat berat badan melonjak adalah langsung makan porsi besar begitu berbuka puasa. Porsi makan besar, menurut Firisha, menyebabkan lonjakan insulin untuk mengontrol gula darah.
Ilustrasi masak buat sahur dan berbuka puasa. Foto: Shutterstock"Yang pertama biasanya makannya langsung porsi besar, sehingga menyebabkan lonjakan kadar darah terlalu cepat. Lalu, insulin kerja lebih cepat lagi, jadi gula darah turun lebih cepat," papar Firisha kepada kumparanWOMAN lewat program Ask the Expert."Jadilah terjadi insulin spike (lonjakan insulin) yang menyebabkan risiko terjadinya penumpukan-penumpukan lemak," lanjutnya.
Kesalahan selanjutnya adalah mengonsumsi makanan "ala kadarnya" saat sahur tanpa memperhatikan kandungan gizinya. Sering kali, ketika sahur, tujuan utamanya hanya kenyang sehingga makanan yang dikonsumsi hanyalah berupa karbohidrat sederhana.
"Saat sahur, tanpa kita pikirkan, ternyata pas kita lihat isi piringnya kebanyakan adalah karbohidrat sederhana, misalnya nasi dengan bakmi, tanpa protein dan serat yang cukup. Jadi, komposisi makan itulah yang terkadang salah," ucapnya.
Ilustrasi perempuan makan donat atau makanan manis. Foto: BongkarnGraphic/Shutterstock
Makanan tinggi karbohidrat sederhana membuat kita lebih cepat kenyang dan memicu craving atau mengidam makanan ketika berbuka puasa. Ketika mengidam makanan, biasanya yang diincar adalah makanan manis atau asin.
"Jadi, biasanya saat buka puasa, yang dicari adalah es buah dengan kental manis, kolak dengan santan, atau apa pun gorengan dengan cabai rawit. Hati-hati, karena semuanya tinggi lemak dan tinggi gula," jelasnya.
Meski begitu, kamu tetap bisa mengembalikan tubuhmu ke bentuk semula dengan memperbaiki pola makan dan berolahraga, Ladies. Diet yang sehat dilakukan bukan dengan tidak makan, tetapi dengan menjaga porsi makan, memperhatikan asupan gizi, mempertahankan gaya hidup sehat, dan berkonsultasi dengan ahli gizi.