Anak Lemas dan Demam Usai Nebu, Normal atau Efek Samping? - juandry blog

Halaman ini telah diakses: Views
kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Anak Lemas dan Demam Usai Nebu, Normal atau Efek Samping?
Mar 2nd 2026, 15:30 by kumparanMOM

Ilustrasi anak menggunakan nebulizer. Foto: MINTED VasitChaya/Shutterstock
Ilustrasi anak menggunakan nebulizer. Foto: MINTED VasitChaya/Shutterstock

Seorang ibu dengan akun Instagram @angelinngel.hc membagikan pengalaman yang membuatnya khawatir. Dalam video yang diunggah, ia memperlihatkan kondisi sang buah hati sebelum dan sesudah menjalani terapi inhalasi atau nebulizer (nebu).

Sebelum nebu, balita tersebut tampak ceria, aktif, dan makan dengan lahap. Ia tidak demam, hanya flu dan batuk berdahak yang tidak terlalu parah. Namun, setelah diterapi nebu kondisinya berubah dan justru tidak tampak lebih baik. Anak demam, mengeluh pusing, sulit tidur, tidak mau makan maupun minum, serta tampak lemas.

Kondisi ini membuat orang tua bertanya-tanya, apakah keluhan tersebut merupakan efek samping dari terapi inhalasi?

Dokter Spesialis Anak, dr. Nitish Basant Adnani, Sp.A, menjelaskan bahwa kondisi tersebut belum tentu disebabkan oleh terapi inhalasi. Masih banyak kemungkinan penyebab lain yang dapat membuat anak tampak lebih lemas atau tidak nyaman setelah menjalani pengobatan.

"⁠Sangat penting untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum melakukan tindakan inhalasi," ucap dr. Nitish kepada kumparanMOM, Kamis (26/2).

Terkait kemungkinan efek samping, dr. Nitish menjelaskan bahwa jenis obat inhalasi sangat beragam dan masing-masing memiliki indikasi berbeda. Salah satu obat yang cukup sering digunakan adalah golongan salbutamol, yang umumnya diberikan pada anak dengan serangan asma atau penyempitan saluran napas.

nebulizer untuk terapi inhalasi Foto: Shutterstock
nebulizer untuk terapi inhalasi Foto: Shutterstock

Beberapa efek samping salbutamol yang terkadang dapat dialami oleh anak, yakni:

-Jantung berdebar

-⁠Tremor halus

-⁠Pusing

-⁠Lemas

-⁠Gelisah

-Mual

"Biasanya efek ini dapat terjadi 15-30 menit setelah inhalasi, bertahan 1-2 jam, kemudian mereda setelahnya," imbuhnya.

Ilustrasi anak menggunakan nebulizer. Foto: Cornelius Krishna Tedjo/Shutterstock
Ilustrasi anak menggunakan nebulizer. Foto: Cornelius Krishna Tedjo/Shutterstock

Meski demikian, orang tua tidak dianjurkan memberikan nebu pada anak tanpa konsultasi dokter. Penggunaan yang tidak tepat justru berisiko menimbulkan efek samping yang tidak diharapkan.

Apabila anak menunjukkan gejala yang mengkhawatirkan saat atau setelah terapi inhalasi, seperti kondisi yang memburuk, demam tinggi, atau keluhan lain yang tidak biasa, orang tua disarankan segera membawa anak kembali ke dokter untuk evaluasi lebih lanjut.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url