Anak 4 Tahun Puasa Penuh Sampai Magrib, Apakah Sudah Siap? Ini Kata Psikolog - juandry blog

Halaman ini telah diakses: Views
kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Anak 4 Tahun Puasa Penuh Sampai Magrib, Apakah Sudah Siap? Ini Kata Psikolog
Mar 10th 2026, 11:53 by kumparanMOM

Ilustrasi anak lemas saat belajar puasa. Foto: Shutterstock
Ilustrasi anak lemas saat belajar puasa. Foto: Shutterstock

Sebuah video yang dibagikan melalui akun Instagram @zyandrabunga8 memperlihatkan seorang anak berusia 4 tahun menangis dan tantrum sambil mengatakan lapar dan haus. Sang ibu menjelaskan bahwa hari itu merupakan pertama kalinya anaknya mencoba puasa penuh hingga waktu magrib.

Momen ini pun memicu diskusi di kalangan orang tua tentang kapan sebenarnya anak siap belajar berpuasa penuh.

Ilustrasi anak puasa. Foto: pakww/Shutterstock
Ilustrasi anak puasa. Foto: pakww/Shutterstock

Menurut Psikolog Klinis, Raden Mutiara Puspa Wijaya, M.Psi.,Psikolog, secara perkembangan psikologis anak usia 4 tahun umumnya belum siap menjalani puasa penuh. Pada usia tersebut, kemampuan berpikir anak masih terbatas.

Selain itu, regulasi emosinya belum stabil, dan mereka masih kesulitan mengendalikan dorongan dasar seperti rasa lapar, haus, atau keinginan lainnya. Bahkan, kemampuan anak untuk bertahan dalam situasi yang tidak nyaman juga belum berkembang dengan baik.

"Kemampuan bertahan di situasi tidak nyaman belum berkembang," ujarnya kepada kumparanMOM, Selasa (24/2).

Oleh karena itu, secara umum anak usia 4 tahun biasanya belum siap untuk berpuasa penuh hingga magrib, meski setiap anak tentu memiliki perkembangan yang berbeda. Orang tua dapat mulai melihat tanda-tanda kesiapan anak untuk belajar puasa, di antaranya:

Ilustrasi anak lemas saat belajar puasa. Foto: Shutterstock
Ilustrasi anak lemas saat belajar puasa. Foto: Shutterstock

-Anak sudah mulai mampu menunda keinginan untuk makan atau minum dalam waktu singkat.

-Tidak mudah tantrum saat merasa lapar atau haus.

-Tetap tenang ketika waktu makan sedikit terlambat.

Kesiapan anak juga berkaitan dengan perkembangan kemampuan berpikirnya. Ketika anak sudah lebih besar dan mulai memahami makna puasa, proses belajar berpuasa biasanya akan terasa lebih mudah bagi mereka.

Ilustrasi anak belajar puasa. Foto: Odua Images/Shutterstock
Ilustrasi anak belajar puasa. Foto: Odua Images/Shutterstock

Sementara dari sisi medis, anak umumnya dianggap lebih siap untuk mulai belajar puasa sekitar usia 7 tahun. Jika anak berpuasa terlalu dini, ada risiko kesehatan yang perlu diperhatikan. Puasa berarti tubuh mengalami pembatasan cairan dan asupan energi, padahal anak-anak yang aktif membutuhkan keduanya untuk menjaga kesehatan sekaligus mendukung perkembangan otak mereka.

Sehingga, penting bagi orang tua untuk menyesuaikan latihan puasa dengan kesiapan usia dan kondisi anak. Puasa bisa diperkenalkan secara bertahap, misalnya dimulai dari beberapa jam terlebih dahulu, sehingga anak dapat belajar menjalani ibadah ini dengan nyaman dan tetap sehat ya, Moms.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url