Terinspirasi Legenda Lokal, Sutradara Film Pocong Merah Fokus pada Bobot Cerita - juandry blog

Halaman ini telah diakses: Views
kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Terinspirasi Legenda Lokal, Sutradara Film Pocong Merah Fokus pada Bobot Cerita
Feb 19th 2026, 18:00 by kumparanHITS

Sutradara film Pocong Merah, Hendra Lee. Foto: Dok. Istimewa
Sutradara film Pocong Merah, Hendra Lee. Foto: Dok. Istimewa

Film horor Indonesia terbaru, Pocong Merah, tayang di bioskop Indonesia hari ini, Kamis (19/2). Proyek ini menjadi debut layar lebar bagi Hendra Lee sebagai sutradara.

Bertahun-tahun meniti karier di posisi teknis dan kreatif dalam industri film, Hendra Lee akhirnya mengambil peran sutradara untuk mengarahkan narasi horor ini.

Dalam debutnya, Hendra membawa visi bahwa sebuah karya film harus memenuhi empat kriteria utama, yaitu rasa, isi, kunci, dan pelajaran positif.

"Hal ini diterapkan agar hasil akhir film memiliki bobot cerita yang seimbang antara elemen hiburan dan pesan yang ingin disampaikan," kata Hendra lewat keterangan resminya.

Visi Hendra dalam Pocong Merah tidak hanya berfokus pada aspek teknis semata, tetapi juga pada penyampaian makna di balik teror. Ia menekankan, setiap adegan horor harus memiliki alasan yang kuat dan mampu memberikan dampak psikologis.

Pocong Merah mengambil inspirasi dari legenda lokal mengenai Katiyem, dukun santet yang dikisahkan bangkit kembali setelah kematiannya.

Poster film Pocong Merah. Foto: Dok. Istimewa
Poster film Pocong Merah. Foto: Dok. Istimewa

Alur cerita dimulai saat sebuah keluarga pindah ke Desa Kaliboyong, tempat di mana kutukan tersebut berakar. Keluarga itu lalu menghadapi teror supranatural yang muncul akibat dendam masa lalu di desa tersebut.

Adinda Halona mengisi jajaran pemain utama sebagai Nadia, karakter kakak. Dalam peran ini, Nadia digambarkan sebagai sosok tegar yang berupaya menyelamatkan anggota keluarganya dari ancaman Pocong Merah.

Selain Adinda, Ahmad Pule berperan sebagai Joko, pemuda di Desa Kaliboyong. Tokoh Joko diposisikan sebagai garis terakhir dalam melawan kutukan abadi Katiyem.

Dalam perkembangannya, Joko harus menghadapi situasi yang menyulitkan secara personal.

Posisi antagonis utama dalam film ini diperankan oleh Yogi Werner sebagai Aryo. Aryo digambarkan sebagai dalang di balik ritual yang membangkitkan Pocong Merah.

Ferdian Ariyadi juga bergabung dalam jajaran cast utama untuk melengkapi dinamika konflik yang terjadi di antara para tokoh di Desa Kaliboyong.

Film ini resmi tayang di lebih dari 100 layar bioskop di seluruh jaringan nasional.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.
Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url