Kawasan Menara Kudus. Foto: Vega Maarijil Ula/kumparan
Menara Kudus menyimpan sejumlah keunikan yang mencerminkan wujud akulturasi budaya. Bangunan bersejarah ini dikenal dengan arsitekturnya yang khas, termasuk bentuk atap limasan atau tajug yang memperkuat karakter tradisionalnya.
Panitia Pelaksana Kegiatan Tabuh Bedug Dandang 1447 di Masjid Kusus, Ahmad Arinal Haq, mengungkapkan bahwa Menara Kudus dan didirikan oleh Sunan Kudus. Menurutnya, hal tersebut menjadi nilai keistimewaan tersendiri karena pendirinya merupakan seorang wali.
"Pembangunan menaranya kami belum bisa memastikan tahunnya. Namun untuk masjidnya ada enkripsi yang jelas yakni menuliskan 23 Agustus 1549," katanya, Kamis (19/2).
Ia menjelaskan, bangunan Menara Kudus hingga kini masih mempertahankan keasliannya. Meski pernah dilakukan pemugaran, bentuknya tetap dipertahankan seperti saat awal berdiri.
Dari sisi arsitektur, Menara Kudus kerap dikaitkan dengan bentuk candi bercorak Hindu. Tajug bertingkat dua serta ornamen piring yang terdapat di area menara menunjukkan adanya perpaduan budaya Hindu dan Islam. Pendekatan tersebut diyakini sebagai bagian dari strategi dakwah Sunan Kudus yang mengedepankan toleransi, mengingat pada masa itu mayoritas masyarakat setempat masih memeluk agama Hindu.
"Kalau ada yang beranggapan Menara Kudus itu akulturasi ya memang ada beberapa contoh yang terlihat. Tetapi semua kembali ke keyakinan masing-masing," terangnya.
Kawasan Menara Kudus. Foto: Vega Maarijil Ula/kumparan
Saat ini, kawasan Menara Kudus masih aktif digunakan untuk berbagai kegiatan keagamaan, termasuk tradisi tabuh bedug. Sementara itu, Masjid Al-Aqsa tetap difungsikan sebagai tempat ibadah umat Islam.
"Kawasan Menara Kudus masih dikunjungi banyak peziarah," ucapnya.
Kegiatan Tabuh Beduk Dandang di atas Menara Kudus, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Rabu (18/2/2028). Foto: Vega Ma'arrijil Ula/kumparan
Sepanjang Februari 2026, jumlah peziarah yang datang tercatat sebanyak 194 ribu orang. Angka tersebut berdasarkan pantauan Closed Circuit Television (CCTV) di kawasan Menara Kudus.
Memasuki bulan Ramadan, berbagai kegiatan turut digelar di kawasan tersebut, mulai dari pengajian tafsir Alquran, pengajian hadis, salat tarawih, hingga tadarus untuk umum.
"Kegiatan tadarus untuk umum juga ada selama bulan Ramadan ini," imbuhnya.
Sementara itu, salah seorang pengunjung asal Demak, Rifqi, mengaku datang untuk berziarah sekaligus menikmati suasana kawasan bersejarah tersebut.
"Ya datang berziarah sambil melihat-lihat di kawasan Menara Kudus," katanya.