Ilustrasi telur yang dimasak setengah matang. Foto: hyw660088/Shutterstock
Telur adalah salah satu sumber protein favorit di banyak keluarga. Ya, Moms, karena telur mudah diolah, rasanya disukai anak, dan bisa jadi menu andalan kapan saja.
Tak sedikit orang tua yang juga menyukai telur setengah matang karena teksturnya lembut dan rasanya lebih gurih. Namun, muncul pertanyaan yang sering bikin ragu. Apakah telur setengah matang aman dari bakteri dan boleh dikonsumsi oleh anak maupun anggota keluarga lainnya?
Kekhawatiran tentang telur setengah matang umumnya berkaitan dengan risiko bakteri, seperti Salmonella. Namun menurut ahli, telur setengah matang tidak serta-merta berbahaya, asalkan memenuhi syarat tertentu.
Guru Besar Tetap Fakultas Peternakan IPB University, Prof. Dr. Ir. Niken Ulupi, MS, menjelaskan kepada kumparanMOM bahwa keamanan telur sangat dipengaruhi oleh kualitas telur dan kondisi orang yang mengonsumsinya.
Telur setengah matang boleh dikonsumsi asalkan telurnya berasal dari ayam yang sehat, masih segar, dan dikonsumsi saat kondisi tubuh sedang sehat," ujar Prof Niken.
Ia menekankan bahwa penanganan telur sebelum dimasak memegang peranan penting. Telur yang disimpan sembarangan, terutama di suhu ruang terlalu lama, lebih berisiko terkontaminasi patogen.
"Patogen sangat menyukai suhu ruang. Untuk mencegah telur terkontaminasi, sebaiknya simpan telur di suhu dingin seperti kulkas," tambahnya.
Selain itu, konsumsi telur setengah matang sebaiknya dihindari ketika anak atau anggota keluarga sedang kurang sehat, karena daya tahan tubuh yang menurun membuat risiko infeksi lebih tinggi, Moms.