Pengalaman tak menyenangkan dialami seorang ibu saat anaknya digigit kucing hingga meninggalkan luka berlubang dan pembengkakan. Kejadian tersebut membuat sang ibu panik, terlebih ketika anaknya mengalami demam, membuatnya khawatir terkena rabies.
Ia pun bertanya-tanya, kapan sebenarnya vaksin rabies harus diberikan dan bagaimana penanganan yang tepat terhadap kucing yang menggigit anaknya.
Ibu dengan akun TikTok @onimonicha itu menceritakan, setelah kejadian gigitan tersebut, ia langsung membawa anaknya ke IGD. Saat itu, dokter menyarankan agar vaksin rabies diberikan keesokan paginya.
Keesokan paginya, anak kembali dibawa ke puskesmas. Sayangnya, karena masih demam, vaksin rabies belum bisa diberikan. Hal ini membuat sang ibu bingung. Sebab, berdasarkan informasi yang ia ketahui, vaksin rabies seharusnya diberikan sesegera mungkin setelah gigitan.
3 Prinsip Penanganan Luka Gigitan Hewan Menurut Dokter Anak
Ilustrasi anak digigit anjing. Foto: Oleg Kopyov/Shutterstock
Dokter Spesialis Anak dan Expert kumparanMOM, dr. Reza Abdussalam, Sp.A, menjelaskan bahwa ada tiga prinsip utama dalam menangani luka gigitan binatang.
-Pertama, segera menjauhi binatang yang menggigit dan cari tempat yang aman, lalu segera mencari pertolongan terdekat. Keselamatan korban menjadi prioritas utama setelah kejadian gigitan.
-Kedua, penting untuk mengenali tingkat keparahan luka. Luka robek yang dalam dan kotor membutuhkan penanganan medis yang lebih cepat dibandingkan luka ringan berupa goresan atau cakaran dangkal di kulit.
-Ketiga, cegah agar luka tidak bertambah parah. Jika luka dalam disertai perdarahan aktif, maka pertolongan pertama yang perlu dilakukan adalah menekan luka untuk menghentikan perdarahan sambil segera mencari bantuan medis.
Pertolongan Pertama pada Luka Gigitan Hewan
Ilustrasi anak digigit hewan. Foto: Tatevosian Yana/Shutterstock
1. Untuk luka ringan yang kecil, tidak dalam, dan tidak menimbulkan perdarahan.
Luka dapat dibersihkan menggunakan air mengalir dan sabun. Setelah itu, berikan cairan antiseptik seperti povidone iodine atau alkohol 70 persen, lalu tutup luka dengan kain bersih.
"Jika luka dalam, berupa tusukan gigi taring atau kuku binatang yang tajam dan disertai dengan perdarahan, dibersihkan luka juga ditekan untuk menghentikan perdarahan sambil mencari pertolongan medis," ucap dr. Reza kepada kumparanMOM, Selasa (10/2).
2. Pada luka yang terinfeksi
Biasanya tanda infeksi muncul setelah 6–8 jam sejak gigitan. Oleh karena itu, menjaga kebersihan luka setelah enam jam pertama sangat penting. Tanda infeksi yang perlu diwaspadai antara lain luka menjadi bengkak, nyeri, kemerahan, atau bernanah. Jika hal ini terjadi, anak perlu segera dibawa ke dokter karena mungkin memerlukan antibiotik sesuai rekomendasi medis.
Waspadai Risiko Rabies
Ilustrasi anak digigit anjing. Foto: BongkarnGraphic/Shutterstock
Rabies merupakan infeksi virus yang ditularkan melalui air liur penderita rabies. Dapat terjadi dari hewan ke manusia, hewan ke hewan, bahkan manusia ke manusia. Saat ini, penularan rabies paling banyak terjadi antara hewan terutama anjing dan manusia, namun kucing juga tetap berpotensi menularkan rabies.
Jika ditemukan luka gigitan dari binatang yang dicurigai rabies, langkah awal yang harus dilakukan adalah membersihkan luka dengan air mengalir dan sabun, kemudian memberikan cairan antiseptik. Setelah itu, segera cari pertolongan medis karena dokter mungkin akan merekomendasikan pemberian vaksin rabies dan serum anti rabies.
Ilustrasi anak digigit anjing. Foto: Chan2545/Shutterstock
"Jika tercurigai binatang yang tersangka rabies, di mana curiga besar jika binatang tersebut adalah binatang liar, meneteskan air liur dengan lidah terjulur, mengeluarkan busa, dan binatang yang tidak jelas riwayat imunisasinya," tegasnya.
Kapan Luka Gigitan Harus Dibawa ke Dokter?
Menurut dr. Reza, luka gigitan binatang perlu segera dibawa ke dokter jika perdarahan tidak berhenti meskipun sudah ditekan, luka lebar dan dalam, luka menunjukkan tanda infeksi, jumlah luka banyak atau ganda, luka berada di area wajah dan leher, serta luka dalam kondisi kotor.