Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan pada konferensi pers APBN KiTa edisi Januari 2026 di Jakarta, Kamis (8/1/2026). Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi Menteri Kelautan dan Perikanan (Menteri KP) Sakti Wahyu Trenggono yang mengaku tidak mengerti soal dana pengadaan kapal.
Sebelumnya, Purbaya mengaku heran dengan KKP yang belum mengoptimalkan alokasi anggaran terkait pembelian kapal. Ia menerima aduan dari para pelaku industri kapal dan galangan kapal dalam negeri yang sampai saat ini belum mendapatkan pemesanan (order) dari KKP terkait pembelian kapal.
Trenggono kemudian menjawab bahwa sumber pendanaan untuk kapal KP merupakan pinjaman dari Inggris. Menjawab itu, Purbaya mengatakan bisa jadi data miliknya salah.
"Yang betul Pak Trenggono mungkin, saya datanya salah. Karena sebagian katanya uangnya ke pinjaman. Tapi pinjaman juga nanti, kan, lewat kita juga kan, tetap aja," kata Purbaya ditemui di Gedung Parlemen, Jakarta, Rabu (11/2).
Purbaya kemudian mengaku tidak mengetahui anggaran yang sudah dikucurkan untuk membangun kapal KP.
"Saya enggak tahu, angkanya berubah-ubah terus. Ya, yang penting gini, ketika ada program tadi pembuatan kapal, cepat diluncurkan ke bawah," ujar Purbaya.
Sebelumnya, Trenggono menjelaskan bahwa eksekusi pinjaman pendanaan kapal bukan di kementerian yang dinahkodainya, tetapi di Badan Logistik Pertahanan. KP hanya menyiapkan teknis dan menyiapkan tenaga kerja.
Trenggono menegaskan seharusnya Purbaya memvalidasi data yang didapatkannya sebelum memberikan pernyataan.