Suasana booth BYD di GIIAS saat akhir pekan, Minggu (27/7/2025). Foto: Fitra Andrianto/kumparan
Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan berbicara perihal proyeksi persaingan pasar di segmen mobil listrik murni atau battery electric vehicle (BEV) untuk tahun ini.
Diakuinya perusahaan masih merasakan pertumbuhan penjualan yang terbilang positif dari segi volume yang mempengaruhi pangsa pasar BYD di dalam negeri. Luther bilang saat ini pihaknya sudah meraup 60 persen market share BEV nasional.
"Sebenarnya soal market share kita sebenarnya tidak terlalu ambisi, lebih kepada volume. Angka partisipasi BYD juga sudah mencapai 60 persen dari total market BEV, yang mana tahun lalu kita masih 54 persen," buka Luther ditemui di Kemayoran, Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Kilas 2025, penjualan wholesales (penyaluran dari pabrik ke diler) BYD di Indonesia mencapai 46.711 unit. Pasar BEV domestik melonjak signifikan sebesar 141 persen yang sebelumnya 43.188 unit pada 2024 menjadi 103.931 unit tahun lalu.
Ilustrasi logo mobil listrik BYD. Foto: Sena Pratama/kumparan
"Artinya awarness terhadap BYD pun juga semakin meningkat. Nah, ini membuat confidence level kita tinggi. Meski ini masih Januari ya, tetapi ini sesuatu awal yang bagus untuk tahun ini karena kita juga butuh starting point yang bagus," imbuh Luther.
BYD, bersama dengan Denza telah menghadirkan lini produk yang terbilang banyak di Indonesia. Sebut saja model-model populer BYD M6, BYD Atto 1, BYD Sealion 07, BYD Atto 3, hingga kelas premium Denza D9.
"Ya jadi kalau kita lihat segmen market kita dari yang premium sampai entry level kita bilangnya adalah produk-produk yang cukup digemari oleh masyarakat. Artinya kami berupaya untuk fullfill semua segmen yang ada," jelas Luther.
BYD Atto 3 Advanced Plus di IIMS 2026. Foto: Sena Pratama/kumparan
Luther juga optimistis, meski manfaat insentif untuk BEV berkurang tahun ini, ada beberapa faktor yang membuat penerimaan mobil listrik murni tetap kuat. Misalnya, produk yang ditawarkan dan minat konsumen akan teknologi baru.
Dirinya juga tidak menampik bahwa sejumlah insentif yang diberikan berdampak signifikan pada mekanisme harga produk dan jumlah penjualan yang didapatkannya sepanjang 2025. Pabrikan berharap tren tersebut dapat terjaga selama tahun ini.
"Artinya insentif adalah baik bila ada namun bila pun tidak diberikan kami tetap confidence dengan produk yang kami bawa. Ini ditandai dengan pasar BEV yang tumbuh karena semakin meningkatnya awarness dari masyarakat," terang Luther.