Pemkot Bandung Kaji Penamaan Taman Kota Berbasis Sejarah - juandry blog

Halaman ini telah diakses: Views
kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Pemkot Bandung Kaji Penamaan Taman Kota Berbasis Sejarah
Feb 3rd 2026, 13:02 by kumparanTRAVEL

Ilustrasi taman kota di Bandung. Foto: Dika Basith/Shutterstock
Ilustrasi taman kota di Bandung. Foto: Dika Basith/Shutterstock

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mengkaji penataan nama taman-taman kota dengan berbasis sejarah dan budaya, guna memastikan penamaan ruang publik yang tetap menjaga memori kolektif warga, serta memiliki dasar dokumentasi yang kuat.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, memastikan proses penataan nama taman atau toponimi tidak dilakukan secara sepihak, melainkan melibatkan para budayawan, serta didukung data dari Dinas Arsip dan Perpustakaan (Disarpus).

Ilustrasi taman kota di Bandung. Foto: Stora Space/Shutterstock
Ilustrasi taman kota di Bandung. Foto: Stora Space/Shutterstock

"Teman-teman budayawan sekarang sedang mendalami ditambah dengan dokumen-dokumen dokumentasi yang dimiliki oleh Disarpus. Jadi, kita akan sesuaikan nanti," ujar Farhan, seperti dikutip dari Antara.

Menurutnya, dalam kajian tersebut, nama-nama lama yang sudah dikenal masyarakat tidak serta-merta dihapus, melainkan dapat dipertahankan sebagai alias dengan penambahan nama berdasarkan temuan historis.

"Kemungkinan nantinya ada satu taman punya beberapa. Ada beberapa nama alias. Nama dulu masih digunakan, tapi ditambah," katanya.

Penamaan Taman yang Berbeda-beda

Ilustrasi taman kota di Bandung. Foto: Sony Herdiana/Shutterstock
Ilustrasi taman kota di Bandung. Foto: Sony Herdiana/Shutterstock

Farhan mencontohkan sejumlah taman yang selama ini dikenal dengan sebutan berbeda-beda oleh masyarakat.

Perbedaan penamaan tersebut, justru menjadi bahan penting dalam kajian, karena mencerminkan dinamika sejarah dan kebiasaan warga dari waktu ke waktu.

Terkait anggaran, Farhan menegaskan kajian toponimi taman kota tidak memerlukan biaya besar, karena masuk dalam anggaran rutin, serta dilakukan melalui kerja sama lintas perangkat daerah.

"Anggaran rutin. Enggak besar. Enggak sampai miliaran," katanya.

Ia menambahkan proses kajian melibatkan Disarpus, serta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, dan akan melalui uji akademis yang berpotensi memunculkan diskursus publik.

"Kajian itu mesti ada uji akademisnya dulu. Uji akademisnya, kan, pasti mengundang perdebatan yang seru," pungkas Farhan.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.
Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url