Ilustrasi menopause dini. Foto: ViDI Studio/Shutterstock
Menopause umumnya terjadi pada usia 45 hingga 50 tahun. Namun, tidak menutup kemungkinan kondisi ini dialami lebih cepat. Seperti cerita yang dibagikan oleh akun tiktok @sandyakala2, mengungkapkan seorang perempuan mengalami menopause di usia 23 tahun.
Awalnya perempuan tersebut mengalami gejala seperti pegal-pegal, mudah lelah, dan mengalami nyeri di tubuh. Namun, setelah menjalani pemeriksaan oleh dokter, dirinya dinyatakan menopause dini.
"Menopause dini ini bisa terjadi secara alami karena turunnya hormon estrogen akibat cadangan sel telur yang sudah makin menurun. Itu bisa terjadi tanpa penyebab yang jelas. Tetapi umumnya, menopause dini terjadi karena faktor-faktor tertentu," ujar Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan, dr. Ardiansjah Dara Sjahruddin, SpOG, MKes, FICS, FESICOG kepada kumparanWOMAN.
Awalnya cuma ngerasa badan sering pegal, capek, gampang nyeri. Dikira karena kurang istirahat Dikira masih muda, jadi aman-aman aja deh... Sampai akhirnya dokter bilang sesuatu yang bikin dunia runtuh: menopause dini di usia 26 tahun 💔🥹 Kebiasaan yang selama ini disepelekan begadang, pola makan berantakan, stres ditahan sendiri pelan-pelan ngerusak hormon tanpa disadari. Sekarang bukan cuma soal pegal lagi… tapi ancaman kehilangan kesempatan punya anak 💔 #masukberandatiktok#fyppppppppppppppppppppppp#menopausedini#foryourpage#masukberanda
Menurut penuturan dr. Ardiansjah, penyebab menopause dini diakibatkan oleh faktor kesehatan, riwayat keturunan dan gaya hidup.
1. Faktor kesehatan
Dr. Ardiansjah menjelaskan bahwa kondisi kesehatan menjadi faktor utama pemicu menopause dini. Beberapa penyakit yang berpotensi menyebabkannya antara lain:
Autoimun
Endometriosis
Sindrom Turner
Kanker Payudara
2. Faktor riwayat keluarga
Riwayat menopause dini dalam keluarga juga dapat berpengaruh. Meski begitu, faktor ini tidak selalu terjadi pada setiap individu.
"Jadi kalau seorang ibu mengalami menopause dini, bisa saja anak kandung perempuannya mengalami hal yang sama, tetapi tidak harus," ujarnya.
3. Faktor gaya hidup
Selain faktor kesehatan dan keturunan, gaya hidup juga berperan dalam memicu menopause dini, diantaranya:
Kebiasaan merokok
Penurunan berat badan ekstrem
Stres berat dan kronis
Olahraga terlalu berat tanpa diimbangi dengan istirahat dan asupan nutrisi
Gejala Menopause Dini
Ilustrasi perempuan alami gejala menopause. Foto: Kmpzzz/Shutterstock
Sebelum memasuki menopause dini, perempuan umumnya akan mengalami sejumlah perubahan fisik dan emosional. Gejala yang muncul bisa berbeda pada tiap orang, tapi beberapa tanda yang paling umum meliputi:
Siklus menstruasi tidak teratur bahkan jarang haid
Rasa panas dari dada hingga leher (biasanya muncul malam hari)
Dr. Ardiansjah menjelaskan kalau menopause dini yang disebabkan oleh kondisi kesehatan tidak dapat dicegah. Akan tetapi, faktor yang dipengaruhi oleh gaya hidup masih dapat diminimalkan risikonya dengan merubah kebiasan sehari-hari.
"Memperbaiki pola hidup seperti mengurangi rokok, menjaga pola makan, serta berolahraga secara sesuai dan tidak berlebihan merupakan upaya mandiri yang bisa dilakukan untuk mencegah menopause dini," ujar dr. Ardiansjah