Ilustrasi Anak Alami Night Terror. Foto: Shutterstock
Moms, pernahkah anak tiba-tiba terbangun dari tidurnya, lalu langsung duduk atau berdiri sambil berteriak ketakutan? Napasnya cepat, wajahnya panik, bahkan sulit ditenangkan meski sudah dipeluk? Momen seperti ini tentu membuat orang tua cemas, apalagi jika terjadi berulang.
Kisah serupa dibagikan oleh akun Instagram @keluargaberbinar. Mereka menceritakan bagaimana anaknya yang awalnya tertidur lelap, mendadak bangun sambil menangis histeris.
Peristiwa itu bukan hanya sekali terjadi tetapi memiliki pola berulang. Banyak warganet yang kemudian mengaitkannya dengan night terror, yakni gangguan tidur yang memang kerap dialami anak usia dini. Namun, ada yang mengaitkannya dengan hal mistis. Tapi apakah night terror bisa terjadi secara berulang?
Bukan Mistis tapi Ini Penjelasan Dokter Tentang Night Terror
Ilustrasi Anak Alami Night Terror. Foto: Shutterstock
Menurut dokter spesialis anak, dr. Nitish Basant Adnani, Sp.A, kondisi ini bukanlah hal mistis. Ya, Moms karena night terror termasuk dalam gangguan tidur yang umumnya terjadi pada anak usia 3–8 tahun.
"Faktor terjadinya karena anak kurang waktu istirahat, sedang sakit, kelelahan fisik, overstimulasi sebelum tidur, hingga riwayat parasomnia pada keluarga," jelas dr. Nitish pada kumparanMOM, Minggu (22/2).
Ilustrasi anak tidur sambil berjalan. Foto: Shutter Stock
Parasomnia adalah gangguang tidur seperti berjalan, berbicara atau memeragakan mimpi yang dialami. Ya, Moms gangguan tidur ini biasanya tidak akan diingat oleh orang yang mengalaminya setelah tidur. Ini berbeda dengan night terror tapi gejalanya cenderung mirip.
Night terror biasanya muncul 1–3 jam setelah anak tertidur. Beberapa tanda yang sering terlihat antara lain:
Tiba-tiba duduk atau berdiri sambil berteriak tanpa sebab jelas
Mata terbuka lebar, tampak panik, kadang berkeringat dingin
Jantung berdebar dan napas cepat
Sulit ditenangkan, bahkan tampak tidak mengenali orang tua
Berlangsung singkat, sekitar 5–15 menit lalu anak tertidur kembali
Meski tampak menakutkan, anak biasanya tidak mengingat kejadian tersebut saat bangun pagi. Sehingga ini berbeda dengan mimpi buruk yang sering menimpa anak, Moms.
"Yang bisa orang tua lakukan adalah memperbaiki sleep hygiene atau kebiasaan tidur anak. Seperti memastikan jam tidur dan bangun konsisten setiap hari, termasuk akhir pekan," ujar dr. Nitish.
Selain itu buat rutinitas tidur lebih terasa, seperti:
Mandi air hangat, sikat gigi, membaca buku, atau berdoa sebelum tidur
Redupkan lampu kamar
Hentikan screen time minimal satu jam sebelum tidur
Hentikan makan 2 jam sebelum tidur
Hindari aktivitas berat menjelang waktu istirahat
"Rutinitas yang konsisten memberi sinyal ke otak bahwa waktu tidur sudah dekat," tambahnya.
Namun, jika night terror terjadi sangat sering atau makin berat, tidak ada salahnya untuk berkonsultasi langsung ke dokter agar terjadi evaluasi lebih lanjut, ya, Moms.