Gedung PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Foto: Bank Mandiri
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menilai keputusan Moody's yang memangkas outlook dari stabil menjadi negatif turut dipengaruhi beragam faktor. Corporate Secretary Bank Mandiri, Adhika Vista, menyatakan penilaian tersebut dipengaruhi antara lain faktor dinamika makroekonomi, pergerakan nilai tukar, serta kondisi fundamental perseroan.
"Hal tersebut turut menjadi pengingat bagi Bank Mandiri untuk mengantisipasi dinamika eksternal guna menjaga fundamental secara berkelanjutan," ucap Adhika melalui keterangan tertulis, Kamis (12/2).
Adhika menyatakan pihaknya ke depan akan memperkuat langkah antisipatif terhadap berbagai risiko eksternal melalui penguatan pengelolaan likuiditas dan permodalan serta menjaga kualitas pembiayaan.
Selain itu, perseroan akan tetap disiplin menerapkan manajemen risiko dan melanjutkan strategi pertumbuhan berkelanjutan yang sejalan dengan kebijakan regulator.
"Kami juga akan tetap menjaga disiplin dalam penerapan manajemen risiko dan melanjutkan strategi pertumbuhan berkelanjutan yang selaras dengan kebijakan regulator dan peran Bank Mandiri sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas sistem keuangan dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional," tutur Adhika.
Sebelumnya, Moody's memangkas outlook kredit pada lima bank besar di Indonesia menjadi negatif, dari sebelumnya stabil. Analis Moody's, Clarabelle Tan, menyebutkan penilaian peringkat tersebut mencerminkan outlook negatif atas peringkat kredit pemerintah Indonesia di level Baa2, yang menunjukkan meningkatnya risiko terhadap kredibilitas kebijakan Indonesia.
"Risiko tersebut tercermin dari menurunnya kepastian dan konsistensi dalam proses perumusan kebijakan, serta komunikasi kebijakan yang dinilai kurang efektif sepanjang satu tahun terakhir," katanya pada Jumat (6/2).
Dia melanjutkan, jika kondisi tersebut berlanjut, tren penurunan kredit rating ini berpotensi menggerus kredibilitas kebijakan Indonesia yang telah lama terbentuk, yang selama ini menjadi penopang pertumbuhan ekonomi yang solid serta stabilitas makroekonomi, fiskal, dan sistem keuangan.
Meski demikian, Moody's menegaskan peringkat kredit pemerintah Indonesia tetap mempertimbangkan ketahanan ekonomi nasional, yang didukung oleh faktor struktural seperti basis sumber daya alam yang kuat dan demografi yang solid, sehingga menopang pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) yang stabil dan kuat.