Zohran Mamdani dan Rama Duwaji. Foto: SPENCER PLATT/Getty Images Via AFP
Zohran Mamdani telah resmi dilantik sebagai Wali Kota New York City pada malam Tahun Baru 2026 usai memenangkan pemilihan kota pada 2025. Ia dilantik secara simbolis, tepat tengah malam di stasiun kereta bawah tanah Old City Hall yang sudah tak aktif.
Pelantikan Mamdani, mencatatkan sejarah. Ia adalah wali kota Muslim pertama yang disumpah dengan Al-Quran. Politisi berhaluan sosialis demokrat itu menyiapkan Al-Quran milik keluarganya, serta menyampaikan janji dan fokusnya untuk warga New York di tahun-tahun pertama kepemimpinannya.
Berikut rangkumannya.
Zohran Mamdani jadi Wali Kota New York yang Disumpah dengan Al-Quran
Proses pengambilan sumpah kecil akan dilaksanakan tepat tengah malam di stasiun kereta bawah tanah Old City Hall yang sudah tidak aktif, mencerminkan komitmennya kepada para pekerja yang menjaga mobilitas kota.
Selain sebagai politikus Partai Demokrat, Mamdani juga dikenal sebagai tokoh dari faksi sosialis sayap kiri yang menekankan keterjangkauan dan layanan publik. Ia akan menggunakan Al-Quran saat mengucapkan sumpah jabatan, termasuk kitab milik kakeknya serta Al-Quran bersejarah yang dipinjamkan Perpustakaan Umum New York.
Zohran Mamdani dan Rama Duwaji. Foto: AMIR HAMJA/Getty Images via AFP
Dilansir New York Times, juru bicara Mamdani mengatakan ada tiga Al-Quran yang disiapkan untuk sumpah jabatan. Saat pengucapan sumpah di stasiun kereta bawah tanah tengah malam nanti, Mamdani diperkirakan akan menggunakan Al-Quran milik kakeknya dan satu lagi milik penulis dan sejarawan kulit hitam Arturo Schomburg, yang dipinjamkan oleh Perpustakaan Umum New York.
Lalu, pada sumpah jabatan di siang hari di luar Balai Kota, ia akan Al-Qurang milik kakeknya dan setidaknya satu Al-Quran keluarga lainnya.
Jaksa Agung Negara Bagian, Letitia James, akan melantik Mamdani pada tengah malam. Sedangkan Senator Vermont Bernie Sanders akan menyampaikan sumpah jabatan kepada sosialis demokrat tersebut di kemudian hari.
Pelantikan Lambang Sejarah Kepemimpinan Muslim di New York
Zohran Mamdani akhirnya resmi menjabat sebagai Wali Kota New York City setelah disumpah pada malam Tahun Baru 2026 di stasiun kereta bawah tanah Old City Hall yang sudah dinonaktifkan. Upacara kecil tersebut dilakukan di lokasi bersejarah yang dipilih sebagai simbol pentingnya transportasi publik bagi kehidupan warga kota.
Prosesi dihadiri oleh Jaksa Agung New York, Letitia James, yang memimpin pengambilan sumpah jabatan, sementara Mamdani meletakkan tangannya di atas Al-Quran saat bersumpah. Upacara yang intim tersebut sekaligus menandai dimulainya masa jabatan barunya sebagai wali kota.
Wali Kota New York City, Zohran Mamdani membaca sumpah dengan didampingi istrinya Rama Duwaji saat upacara pelantikan di New York, Amerika Serikat, Kamis (1/1/2026). Foto: Jeenah Moon/REUTERS
Dalam pidato singkatnya usai pengucapan sumpah, Mamdani menyatakan bahwa pengalaman ini adalah "suatu kehormatan dan keistimewaan seumur hidup," menunjukkan rasa syukur dan tanggung jawab yang dirasakannya setelah sejarah besar itu tertoreh.
"Saya terpilih sebagai seorang sosialis demokrat dan saya akan memerintah sebagai seorang sosialis demokrat," tegasnya sambil menegaskan komitmennya kepada warga New York dari semua lapisan.
Awal Masa Jabatan dengan Fokus Kesejahteraan Warga
Setelah pelantikan resminya di City Hall, Mamdani menegaskan bahwa prioritas pemerintahannya adalah membuat New York lebih terjangkau dan ramah bagi pekerja kelas menengah ke bawah. Hal ini tercermin dalam komitmennya terhadap program layanan penitipan anak universal, penyediaan hunian berbiaya terjangkau, hingga layanan bus gratis di seluruh kota.
Usai upacara public di City Hall, Mamdani juga didampingi istrinya, Rama Duwaji, saat membaca sumpah jabatan. Ia menyampaikan pidato yang menegaskan bahwa pemerintahannya akan bertanggung jawab kepada seluruh warga New York, bukan kepada oligarki atau kalangan miliarder.
Wali Kota New York City, Zohran Mamdani menyampaikan pidato sambutan saat upacara pelantikan di New York, Amerika Serikat, Kamis (1/1/2026). Foto: Jeenah Moon/REUTERS
Selain fokus pada hunian yang terjangkau, layanan bus gratis menjadi bagian dari agenda utama yang ingin ia wujudkan sejak awal masa jabatannya, dengan tujuan meringankan beban biaya transportasi bagi pekerja dan keluarga di seluruh wilayah New York.
"Kami akan bertanggung jawab kepada seluruh warga New York, bukan kepada miliarder atau oligarki mana pun yang mengira mereka dapat membeli demokrasi kita," kata Mamdani dalam pidatonya, menggarisbawahi strategi kebijakannya yang pro-rakyat.