Menteri Komunikasi Dan Digital RI (Menkomdigi) Meutya hafid saat sambutannya dalam Acara Penutupan Monitoring Nataru di Kantor Pusat Pos Indonesia, Bandung (5/1). Foto: Abisatya Ramdhani/ Kumparan
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melaporkan progres pemulihan layanan telekomunikasi di wilayah terdampak bencana di Aceh telah mencapai lebih dari 95 persen hingga Senin (5/1).
Adapun bencana di Aceh terjadi pada akhir November 2025 berupa banjir, banjir bandang, dan longsor.
"Per hari ini juga konektivitas sudah 95% untuk seluruh operator. Dengan demikian kami berharap ini bisa membantu saudara-saudara kita yang terdampak di Aceh," kata Menkomdigi Meutya Hafid saat menghadiri acara Penutupan Posko Bersama Pemantauan Kualitas Layanan Telekomunikasi selama Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Kantor Pusat Pos Indonesia di Bandung.
Hadir dalam kesempatan itu sejumlah petinggi Komdigi dan operator telekomunikasi.
Alat berat dioperasikan untuk membersihkan halaman sekolah dari timbunan lumpur pascabencana banjir bandang di MIN Cot Ara, Kuta Blang, Bireuen, Aceh, Minggu (4/1/2026). Foto: Irwansyah Putra/ANTARA FOTO
Meutya menyebut, dari ribuan Digital Power System (DPS) yang terdampak bencana, kini hanya tersisa tujuh titik yang belum sepenuhnya pulih.
"Dari 3.801 DPS yang ada di Aceh yang terdampak bencana banjir tinggal 7 yang belum recovery, jadi ini sudah sangat sedikit sehingga kita bisa mengatakan bahwa untuk infrastruktur telekomunikasi berbasis DPS itu sudah dinyatakan pulih, ya, di atas 95%. Ini tolong dijaga betul ya teman-teman operator, yang sudah berusaha sebaik mungkin untuk saudara-saudara kita yang berada di Aceh," pesan Meutya.
Indosat bergerak cepat memulihkan jaringan telekomunikasi dan menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Foto: Dok. Indosat Ooredoo Hutchison
Pemulihan dilakukan oleh operator bersama UPT Kemkomdigi untuk memastikan masyarakat di wilayah terdampak tetap mendapatkan akses komunikasi.
Meutya mengapresiasi upaya operator yang terus menjaga layanan bagi warga Aceh selama masa tanggap darurat. Ia berharap, stabilnya konektivitas ini dapat membantu masyarakat dalam berkomunikasi dan mempercepat proses pemulihan pascabencana.
"Kami apresiasi kerja keras operator dan seluruh UPT di 35 provinsi. Ini menjadi evaluasi penting untuk meningkatkan layanan ke depan, terutama menjelang libur Lebaran Maret nanti," katanya.