Lewat HPL tapi Belum Melahirkan, Apa yang Sebaiknya Dilakukan Ibu Hamil? Foto: Mila Supinskaya Glashchenko/Shutterstock
Memasuki usia kehamilan 40 minggu sering kali membuat ibu hamil merasa cemas, terutama jika belum muncul tanda-tanda persalinan. Padahal, menurut Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan, dr. Dinda Derdameisya, Sp.OG, hari perkiraan lahir (HPL) di usia 40 minggu bukanlah patokan mutlak waktu persalinan.
"HPL atau hari perkiraan lahir biasa adalah di usia kehamilan 40 minggu, tapi itu tidak mutlak," ucapnya kepada kumparanMOM, Rabu (7/1).
Setiap kehamilan memiliki waktu yang berbeda. Ada ibu yang melahirkan sebelum 40 minggu, ada pula yang baru mengalami kontraksi setelahnya. Bahkan, kehamilan masih bisa ditunggu hingga usia 41 minggu, selama kondisi ibu dan janin terpantau baik.
Usia Kehamilan 40 Minggu tapi Belum Melahirkan, Apa yang Perlu Dilakukan?
Ilustrasi ibu hamil. Foto: Shutterstock
Jika kehamilan sudah melewati usia 40 minggu, dokter biasanya akan menyarankan ibu untuk lebih memperhatikan gerakan janin. Gerakan janin yang masih dianggap normal adalah setidaknya satu kali dalam rentang 1–2 jam. Selain itu, ibu hamil dianjurkan untuk tetap aktif bergerak.
"Lakukan induksi ringan yang bisa dilakukan secara alami seperti aktif berjalan, mengerjakan pekerjaan rumah tangga biasa. Jadi intinya, jangan malas untuk bergerak," kata dr. Dinda.
Pada usia kehamilan 40–41 minggu, dokter umumnya akan melakukan pemeriksaan lanjutan menggunakan USG. Pemeriksaan ini bertujuan untuk menilai kondisi janin, jumlah air ketuban, serta kondisi plasenta. Dari hasil inilah dokter akan menentukan langkah selanjutnya.
Ilustrasi ibu hamil. Foto: Elnur/Shutterstock
Jika dari pemeriksaan ditemukan tanda-tanda yang kurang baik, dokter dapat menyarankan induksi persalinan dengan obat. Namun, bila induksi dinilai berisiko bagi ibu maupun janin, maka pilihan persalinan melalui operasi caesar (sectio caesarea) akan direkomendasikan demi keselamatan keduanya.
Dr. Dinda menegaskan, yang terpenting adalah ibu hamil tetap tenang dan rutin melakukan kontrol ke dokter. Keputusan terkait waktu dan metode persalinan selalu disesuaikan dengan kondisi medis ibu dan janin, bukan hanya berdasarkan angka usia kehamilan, Moms.