Ilustrasi anak olahraga dengan orang tua. Foto: Chayantorn Tongmorn/Shutterstock
Balita identik dengan tubuh mungil dan gerakan yang masih terbatas. Tapi bagaimana jika tiba-tiba anda melihat balita mengangkat beban yang beratnya hampir menyamai berat galon air? Pasti muncul rasa kaget sekaligus khawatir, ini normal atau justru berbahaya?
Kisah ini dibagikan oleh akun Instagram @rennatapranata. Dalam videonya, terlihat seorang balita mampu mengangkat beban sekitar kurang lebih 10 kg. Balita tersebut dengan santai mengangkat beban, berbanding terbalik dengan kakaknya. Tanpa terlihat keberatan, balita itu tertawa saat mengangkatnya.
Melihat hal tersebut, banyak orang yang bertanya-tanya, kok bisa balita sekuat itu? Apakah kondisi ini aman untuk tumbuh kembang kedepannya?
Bolehkah Balita Angkat Beban?
Ilustrasi anak pull up. Foto: Shutterstock
Menurut Dokter Spesialis Anak dr. Reza Fahlevi, Sp.A(K), kemampuan ini tidak terjadi begitu saja. Ada beberapa faktor yang memengaruhi kekuatan motorik anak.
"Kekuatan gerakan motorik itu tergantung pada kondisi latihannya, kekuatan otot, dan energi anak," jelas dr. Reza Fahlevi, Sp.A(K), kepada kumparanMOM, Sabtu (17/01).
Ia juga menambahkan bahwa perbedaan postur tubuh turut berperan.
"Bisa terlihat perbedaan tubuh balita dengan kakaknya. Adik ini secara postur tampak lebih sekel," ujarnya.
Artinya, secara fisik memang ada anak yang terlihat lebih kuat karena massa otot dan aktivitas hariannya.
Meski terlihat kuat, bukan berarti balita dianjurkan untuk rutin melakukan aktivitas angkat beban seperti orang dewasa. Aktivitas ini tetap perlu dibatasi dan diawasi, ya, Moms.
Hal yang perlu diperhatikan orang tua:
Beban tidak terlalu berat karena berisiko menyebabkan cedera
Tidak dilakukan secara ekstrem atau berulang-ulang