4 Kegiatan Non Akademik Buat Anak Rekomendasi teman kumparanMOM - juandry blog

Halaman ini telah diakses: Views
kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
4 Kegiatan Non Akademik Buat Anak Rekomendasi teman kumparanMOM
Jan 15th 2026, 21:19 by teman kumparan

Ilustrasi anak olahraga dengan orang tua. Foto: Chayantorn Tongmorn/Shutterstock
Ilustrasi anak olahraga dengan orang tua. Foto: Chayantorn Tongmorn/Shutterstock

Di tengah aktivitas sekolah, anak terkadang merasa jenuh dan butuh suasana berbeda. Nah, kegiatan non akademik bisa jadi cara seru bagi anak-anak untuk mengeksplorasi hal baru setelah jam sekolah.

Nggak cuma menyenangkan, kegiatan di luar akademik juga membantu anak nemuin minat dan bakatnya, lho. Dengan arahan yang tepat, anak bisa lebih percaya diri sekaligus belajar berbagai soft skill penting untuk masa depan.

Menurut Smile Tutor, anak yang aktif ikut kegiatan di luar sekolah biasanya lebih kreatif, komunikatif, dan mudah beradaptasi dengan lingkungan. Nggak heran kalau beberapa teman kumparanMOM juga menerapkan hal yang sama untuk anak-anak mereka.

Biar anak nggak cuma fokus main gadget, yuk simak daftar rekomendasi aktivitas edukatif dan menyenangkan dari teman kumparanMOM berikut ini.

Rekomendasi Kegiatan Nonakademik Anak

Ilustrasi orang tua ajak anak olahraga lari. Foto: Shutterstock
Ilustrasi orang tua ajak anak olahraga lari. Foto: Shutterstock

Supaya waktu sepulang sekolah tetap seru dan bermanfaat, teman kumparanMOM merekomendasikan beberapa aktivitas nonakademik yang bisa dicoba anak. Apa saja?

1. Les Renang

Ilustrasi anak berenang. Foto: Shutter Stock
Ilustrasi anak berenang. Foto: Shutter Stock

Mom Cici Chandra (33) mengaku senang mengarahkan anaknya ke kegiatan olahraga, salah satunya les renang. Ada alasan khusus kenapa ia memilih renang untuk sang anak.

"Alasannya karena anak takut air, ditambah September tahun lalu sempat terkena bronkopneumonia," katanya.

Kabar baiknya, setelah rutin ikut les renang, perubahan positif mulai terlihat. Perlahan rasa takut anak terhadap air berkurang, dan kondisi kesehatannya juga jadi lebih baik.

2. Fashion Show

Kids Fashion Show Competition di kumparan Weekend Seru yang digelar di WTC Mangga Dua, Jakarta Utara, Sabtu (10/1/2026). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Kids Fashion Show Competition di kumparan Weekend Seru yang digelar di WTC Mangga Dua, Jakarta Utara, Sabtu (10/1/2026). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Rekomendasi kegiatan nonakademik selanjutnya datang dari Mom Dewi Andriyani (32). Ia mengajak putrinya, Kimmy, untuk terjun ke dunia fashion show. Pilihan ini diambil karena Kimmy sebelumnya cukup kesulitan dalam kehidupan sosialnya.

"Kimmy dulu nggak bisa berbaur sama teman-teman, bisa dibilang paling anti ketemu teman baru," jelasnya.

Berkat konsisten mengikuti fashion show, Kimmy mulai menunjukkan banyak progres. Ia jadi lebih terbuka, punya banyak teman baru, bahkan berani memperkenalkan diri di depan kelas. Di lingkungan baru pun, Kimmy terlihat lebih percaya diri.

Perubahan karakter ini ternyata ikut berdampak pada prestasinya. Kimmy sering ditunjuk untuk mewakili kelas dalam berbagai acara. Nggak cuma di lingkungan sekolah, ia juga berhasil menorehkan prestasi dalam berbagai ajang antarkota, lho.

"Walau masih berumur 8 tahun, Kimmy sudah menjadi winner Karawang Face Top Model 2025 dan juga menjadi icon BCFM 2025 di Bekasi," ujar Mom Dewi dengan bangga.

3. Menggambar dan Melukis

Ilustrasi anak menggambar. Foto: yamasan0708/Shutterstock
Ilustrasi anak menggambar. Foto: yamasan0708/Shutterstock

Kalau kamu sudah melihat minat anak di bidang seni, kelas menggambar atau melukis bisa jadi pilihan menarik. Mom Handayani (36) jadi salah satu yang merekomendasikan kegiatan ini. Menurutnya, lewat aktivitas seni, anak jadi lebih leluasa mengekspresikan diri, Moms.

"Karena lewat kegiatan seni, anak bisa mengekspresikan perasaan dan imajinasinya tanpa tekanan," katanya.

Selain jadi quality time yang menyenangkan, kegiatan ini juga membantu mengalihkan fokus anak supaya nggak terus-terusan pegang handphone. Mom Maya pun merasakan banyak perubahan positif setelah anaknya ikut kelas melukis.

"Anak jadi lebih sabar, fokusnya meningkat, dan lebih percaya diri menunjukkan hasil karyanya. Dia juga jadi lebih berani bercerita dan mengungkapkan pendapatnya," ujarnya.

4. Lakukan Kegiatan Rumah Tangga

Ilustrasi membersihkan rumah bersama anak Foto: Shutterstock
Ilustrasi membersihkan rumah bersama anak Foto: Shutterstock

Berbeda dengan teman kumparanMom sebelumnya yang memilih kegiatan nonakademik khusus, Vita Sari (36) justru mengajarkan anaknya terlibat langsung dalam aktivitas rumah tangga. Mulai dari cuci piring, merapikan mainan, sampai membereskan tempat tidur.

Menurutnya, kegiatan sederhana ini sangat berguna untuk melatih motorik kasar anak. Nggak cuma itu, aktivitas sehari-hari juga punya dampak besar untuk kehidupan anak ke depannya.

"Anak bisa mandiri tanpa kita minta, dan bisa menjadikan anak tidak bergantung pada siapa pun saat melakukan hal baru di kesehariannya," kata Mom Vita.

Bonus lainnya, anak juga jadi lebih kuat secara fisik. "(Kegiatan ini) melatih kekuatan otot dan tulang. Selain itu, anak juga harus tahu hidup sehat sejak dini," tambahnya.

Yuk berbagi pengalaman bersama ribuan ibu lainnya di komunitas teman kumparanMOM di kum.pr/mom2

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url