Mendikdasmen Abdul Mu'ti ditemui usai membuka Simposium Penyelarasan dan Revitalisasi Vokasi Bidang Ketahanan Pangan di Millennium Hotel Sirih, Jakarta Pusat pada Senin (8/12/2025). Foto: Amira Nada/kumparan
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti melontarkan kritik terhadap buku-buku bacaan anak yang dinilainya terlalu mengagungkan profesi modern. Sementara profesi berbasis alam dan budaya lokal jarang muncul.
"Buku-buku bacaan kita kurang memberikan inspirasi tentang profesi petani, sehingga anak-anak kita itu terimajinasi dengan profesi modern," ujarnya.
"Itu penting, tetapi modern kan tidak berarti kemudian meninggalkan basis kultural yang kita miliki, khususnya pertanian," sambung dia.
Ia meminta agar bahan bacaan menampilkan petani sebagai sosok yang makmur, cerdas, dan menarik.
"Kita buatlah buku-buku bacaan bagaimana petani itu makmur, kaya, pintar, ganteng, cantik. Badannya sehat karena selalu ke sawah, tidak pernah kekurangan vitamin D," kata Mu'ti.
Mu'ti menekankan bahwa pendidikan harus menghadirkan bacaan yang membuat anak mengenal lingkungan alam dan sosial tempat mereka tinggal.
"Anak-anak tinggal di laut tidak mengerti ikan-ikan apa yang ada di laut dekat dia tinggal, bagaimana hidupnya, perilakunya. Sehingga kemudian dia tidak ramah kepada alam," jelasnya.
Ia menilai, banyak anak mengenal negara atau konsep jauh, tetapi tidak memahami ikan atau tanaman di wilayah tempat mereka hidup.
Menurut Mu'ti, pembaruan bahan bacaan harus menjadi bagian dari gerakan budaya agar anak memahami bahwa semua profesi itu penting dan dapat membawa kesejahteraan.
"Saya melakukan kritik internal lah terhadap kebijakan-kebijakan di kementerian, termasuk penyediaan bahan bacaan yang menginspirasi anak bahwa semua profesi itu penting, bermakna, dan bisa membuat sejahtera," pungkasnya.