Purbaya Bicara Indeks Keyakinan Konsumen Melesat: Harusnya Demo Makin Sedikit - juandry blog

Halaman ini telah diakses: Views
kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Purbaya Bicara Indeks Keyakinan Konsumen Melesat: Harusnya Demo Makin Sedikit
Nov 27th 2025, 13:18 by kumparanBISNIS

Menkeu Purbaya menghadiri Media Briefing di Kantor Kemenkeu, Jakarta Pusat, Jumat (14/11/2025).  Foto: Najma Ramadhanya/kumparan
Menkeu Purbaya menghadiri Media Briefing di Kantor Kemenkeu, Jakarta Pusat, Jumat (14/11/2025). Foto: Najma Ramadhanya/kumparan

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) semakin melesat. Ini menunjukkan optimisme masyarakat terhadap perekonomian, termasuk pada kondisi politik yang semakin membaik.

Purbaya menjelaskan, optimisme masyarakat terhadap konsumsi dan produksi semakin membaik, didorong kuatnya kepercayaan dan permintaan domestik yang menopang perekonomian nasional. Hal ini salah satunya terlihat dari angka IKK. Menurutnya, kondisi saat ini berbeda dibandingkan periode April hingga September 2025 yang menurun, kemudian membaik pada Oktober 2025.

"Tapi kita lihat Oktober naik dengan signifikan ke level 121,2 untuk Indeks Keyakinan Konsumen. Artinya kita berhasil membalik optimisme masyarakat terhadap perekonomian kita," katanya saat Rapat Komisi XI DPR, Kamis (27/11).

Dari sisi konsumsi, kata Purbaya, penjualan retail melanjutkan tren positif dan belanja masyarakat terus menguat, terutama untuk barang tahan lama. Salah satunya dari penjualan motor yang tumbuh 8,4 persen (yoy), sementara mobil walaupun masih negatif 4 persen, namun menunjukkan perbaikan.

Dari sisi produksi, sektor manufaktur ekspansif dengan PMI Manufaktur di level 51,2 pada Oktober, mengindikasikan peningkatan output dan permintaan yang baru. Selain itu, masyarakat optimis melihat kondisi ekonomi ke depan dengan Indeks Ekspektasi Ekonomi naik ke 133,4.

Selain itu, Purbaya juga mengutip survei Indeks Kepercayaan Konsumen Pemerintah (IKKP) yang dirilis Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Setidaknya sebelum dia menjabat, angkanya rendah dan bertepatan dengan gelombang aksi demonstrasi besar-besaran.

"Kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah, presiden, in a way juga menggambarkan kepada sistem politik kita. Pada waktu kemarin ekonomi lambat, dari bulan Juni, Juli, Agustus, September, ini turun ke level yang rendah sekali," jelasnya.

"Itu menggambarkan ketidakpuasan masyarakat ke kita semua, bukan ke saya, bukan kami saja, tapi ke semuanya. Sehingga gampang sekali mereka turun ke jalan," tegas Purbaya.

Kemudian, Purbaya mengeklaim setelah dirinya menjabat dan menempatkan dana pemerintah ke sistem perbankan yang awalnya mengendap di Bank Indonesia (BI) sebesar Rp 200 triliun, kemudian ditambah Rp 76 triliun, berhasil membalikkan kondisi kepercayaan konsumen.

Suasana demo mahasiswa di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Senin (20/10/2025). Foto: Abid Raihan/kumparan
Suasana demo mahasiswa di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Senin (20/10/2025). Foto: Abid Raihan/kumparan

Alhasil pada Oktober 2025, angka IKKP yang disurvei LPS melesat pada angka 130,6, dan kembali naik menjadi 135,9 pada November 2025. Purbaya menyebut angka tersebut tertinggi sepanjang sejarah.

"Ini boleh dibilang di level yang tertinggi sepanjang sejarah ini. Artinya, atas dukungan Komisi XI dan Pak Presiden untuk menaruh Rp 200 triliun dan me-manage keuangan kita lebih baik, itu saja sudah bisa men-trigger pertumbuhan ekonomi, dan membalik arah ekonomi kita," ungkap Purbaya.

Purbaya berharap momentum pertumbuhan ekonomi yang baru ini bisa terus terjaga sehingga masyarakat semakin puas dengan kebijakan pemerintah, sehingga bisa menciptakan pertumbuhan yang lebih tinggi lagi.

"Ketika masyarakat puas ke pemerintah seperti sekarang, harusnya demo akan lebih sedikit ke depan, dan pemerintah bersama DPR tentunya bisa memfokuskan untuk menciptakan pertumbuhan yang lebih cepat," tegasnya.

Dengan demikian, dia pun optimistis pertumbuhan ekonomi 6 persen bisa mudah tercapai pada tahun 2026. Adapun pada tahun ini, dia memprediksi ekonomi tumbuh di 5,2 persen. "Kalau yang kita bisa jaga, tahun depan kita bisa tumbuh 6 persen dengan tidak terlalu sulit saya pikir," pungkas Purbaya.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url