Kisah Ibu Menyesal Anaknya Tidak Imunisasi hingga Batuk Pertusis Parah - juandry blog

Halaman ini telah diakses: Views
kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Kisah Ibu Menyesal Anaknya Tidak Imunisasi hingga Batuk Pertusis Parah
Nov 11th 2025, 12:59 by kumparanMOM

Ilustrasi bayi batuk. Foto: Shutter Stock
Ilustrasi bayi batuk. Foto: Shutter Stock

Seorang ibu dengan akun Instagram @sheilashilvia membagikan pengalaman bagaimana anaknya mengalami batuk pertusis, batuk rejan yang keras, dan membuat si kecil kesulitan bernapas. Suara batuk yang seperti whooping dan berlangsung terus-menerus membuat sang ibu merasa hancur menyaksikannya.

Pertusis merupakan penyakit yang sebenarnya dapat dicegah melalui imunisasi. Namun, sang ibu mengakui bahwa ia sempat menunda jadwal imunisasi anak karena sedang dalam masa pemulihan setelah operasi caesar. Saat itu, kondisi fisiknya belum stabil dan ia merasa perlu beristirahat lebih lama.

Selain itu, awalnya ia juga sempat antivaksin, karena mengira vaksin hanya akan membuat anak demam sehingga ia semakin khawatir dengan risikonya. Kini, setelah melihat anaknya berjuang menghadapi batuk yang tidak kunjung reda, ia menyadari bahwa keputusan tersebut membawa konsekuensi berat.

Kenapa Pertusis Bisa Begitu Berat?

Dokter Spesialis Anak, dr. Reza Fahlevi, Sp.A(K) menjelaskan, bahwa batuk pertusis disebabkan oleh bakteri Bordetella pertussis dan dikenal sebagai salah satu batuk paling berat pada anak.

Menurutnya, kondisi ini sebenarnya dapat dicegah melalui imunisasi. Ia menjelaskan bahwa gejala batuk pertusis jauh lebih berat dibanding batuk biasa. Batuknya terjadi berulang dan panjang, hingga menghasilkan suara khas seperti "whoop" saat anak menarik napas. Dalam kasus yang berat, anak bahkan bisa tampak kebiruan karena kesulitan bernapas akibat batuk yang tidak terputus.

Ilustrasi DTP Bacteria Bordetella pertussis. Foto: Shutter Stock
Ilustrasi DTP Bacteria Bordetella pertussis. Foto: Shutter Stock

"Ada yang tipenya sampai berat dan menyebabkan kebiruan, bahkan henti napas dan kematian pada anak. Makanya imunisasi pertusis yang termasuk dalam imunisasi DPT itu adalah imunisasi yang wajib diberikan pada anak," tegas dr. Reza saat dihubungi kumparanMOM, Selasa (4/11).

Apa yang Harus Dilakukan Jika Anak Sudah Terlanjur Terinfeksi?

Bila si kecil mulai menunjukkan gejala batuk berkepanjangan dengan suara khas pertusis atau tampak kesulitan bernapas, dokter Reza menyarankan agar orang tua segera membawa anak ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pengobatan antibiotik dan pemantauan ketat. Serta jika sudah membaik, jangan lupa lakukan imunisasi kejar agar perlindungan si kecil lebih optimal.

"Segera ke dokter untuk mendapatkan pengobatan, setelah sembuh nanti lakukan imunisasi kejar," tutupnya.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url