Kisah Cinta Malala Yousafzai, Aktivis Feminis yang Sempat Ragukan Pernikahan - juandry blog

Halaman ini telah diakses: Views
kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Kisah Cinta Malala Yousafzai, Aktivis Feminis yang Sempat Ragukan Pernikahan
Nov 29th 2025, 12:00 by kumparanWOMAN

Malala Yousafzai. Foto: Angela Weiss/AFP
Malala Yousafzai. Foto: Angela Weiss/AFP

Pernikahan sering digambarkan sebagai perhentian indah dalam perjalanan hidup. Sebuah kisah yang idealnya hanya terjadi sekali, di mana dua hati saling bersandar dan berjanji untuk berjalan bersama. Namun bagi sebagian orang, bayangan tentang pernikahan justru menghadirkan rasa takut. Takut kehilangan kebebasan, takut kehilangan diri sendiri.

Malala Yousafzai, perempuan peraih Nobel Perdamaian tahun 2014, pernah memiliki keyakinan itu. Dalam tulisannya di British Vogue, ia dengan jujur menulis bahwa ia tidak ingin menikah, setidaknya hingga usianya 35 tahun. Ia takut bahwa pernikahan akan mengambil kemandirian yang selama ini ia perjuangkan.

Saya tidak ingin menikah... atau setidaknya tidak sampai saya berusia 35 tahun," tulisnya.

Pandangan itu lahir dari perjalanan panjang hidupnya di Pakistan, di mana budaya patriarki begitu kuat membentuk jalan pikir manusia. Dalam wawancara bersama The New York Times yang ditayangkan pada Rabu (15/10), Malala bercerita tentang bagaimana ia tumbuh dengan melihat anak-anak perempuan dipaksa menikah di usia muda.

Malala Yousafzai. Foto: PHILL MAGAKOE/AFP
Malala Yousafzai. Foto: PHILL MAGAKOE/AFP

"Ketika tumbuh dewasa, saya melihat anak perempuan dinikahkan ketika mereka masih anak-anak, dan itu masih menjadi kenyataan bagi banyak perempuan. Jadi saya berpikir, untuk apa saya mempertimbangkannya? Saya seorang pendukung hak-hak perempuan," ungkapnya.

Namun kehidupan selalu memiliki cara untuk mengubah hati. Kadang tidak dengan debat panjang, tetapi dengan perasaan yang perlahan tumbuh tanpa disadari.

Malala bertemu Asser Malik pada tahun 2018 di Universitas Oxford. Saat itu, Asser sedang berkunjung untuk menemui seorang teman, dan dalam pertemuan singkat itulah, sesuatu dalam diri Malala seakan bergetar.

Malala bertemu laki-laki impiannya dan memberanikan diri jatuh cinta

Malala Yousafzai. Foto: Kena Betancur/AFP
Malala Yousafzai. Foto: Kena Betancur/AFP

"Saat pertama kali melihatnya, saya tahu dia tipe saya. Tinggi, tampan, berjanggut rapi, dan memiliki bahu yang lebar," kenang Malala.

Sejak itu, keduanya mulai saling membangun komunikasi dua arah. Percakapan sederhana berkembang menjadi perhatian yang menenangkan. Asser sering menanyakan kabarnya, memastikan Malala meminum pil zat besi, dan mengingatkannya agar tidak hanya makan kentang goreng. Hal-hal kecil itu menjadi ruang lembut yang belum pernah Malala rasakan sebelumnya.

Setiap kali bersamanya, saya merasa dicintai," ujarnya.

Mereka pun mulai berkencan dan menjalani kisah cinta yang hangat. Namun bagi Malala, langkah menuju pernikahan bukan hal yang mudah. Di balik rasa cintanya, masih tersisa ketakutan yang sulit ia enyahkan. Ia takut kekasihnya akan berubah menjadi seseorang yang tak lagi sama seperti bayangannya.

Lebih dari itu, Malala juga khawatir pernikahan akan mengalihkan fokus hidupnya sebagai aktivis yang memperjuangkan hak-hak perempuan. Ia sempat berpikir bahwa cinta dan kebebasan tidak bisa berjalan beriringan. Namun perlahan, ia mulai mempertimbangkan ulang pandangannya. Ia menyadari bahwa pernikahan juga bisa menjadi ruang yang menghadirkan kebahagiaan dan keseimbangan dalam hidup.

Keyakinan itu akhirnya tumbuh kuat setelah ia dan Asser melakukan perjalanan ke Lake Placid, Amerika Serikat. Di tempat yang tenang dan jauh dari hiruk pikuk dunia, Malala merasakan ketulusan cinta Asser. Saat itulah ia tahu, dirinya siap melangkah ke jenjang yang selama ini ia takuti.

Malala Yousafzai Menikah dengan Asser Malik Foto: Instagram @malala
Malala Yousafzai Menikah dengan Asser Malik Foto: Instagram @malala

Pada tahun 2021, di usia 24 tahun, Malala akhirnya menikah dengan Asser Malik dalam sebuah upacara sederhana di Inggris. Tidak megah, tidak glamor, tetapi hangat dan penuh arti. Sejak hari itu, Asser selalu ada di sisinya, termasuk saat mendampingi istrinya menghadiri ajang Oscar 2023, sebab film dokumenter pendek bertajuk Stranger at the Gate yang disutradarai Malala masuk nominasi.

Kini, Malala hidup dengan pernikahan yang pernah ia ragukan bisa ada. Ia tetap menjadi sosok yang memperjuangkan hak-hak perempuan di seluruh dunia, dan di saat yang sama, menjadi istri dari seseorang yang memahami bahwa cinta sejati adalah tentang memberi ruang untuk tumbuh.

Dari rasa takut yang dulu ia pelihara, Malala justru menemukan seseorang yang selama ini hanya ada dalam imajinasinya. Sosok yang membuatnya kagum, sekaligus membuatnya merasa aman menjadi diri sendiri.

Hidup saya berubah total ketika saya jatuh cinta pada seseorang," ujarnya.

Terkadang, untuk kembali percaya pada cinta, kita hanya perlu bertemu dengan orang yang tepat. Seseorang yang tidak menahan kita, tetapi membiarkan kita tetap tumbuh sebagai diri sendiri.

Baca juga: Malala Yousafzai Sebut Taliban Tak Anggap Perempuan Sebagai Manusia

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url