Setelah menikah, suami istri sering kali menganggap bahwa nggak ada batasan lagi antara dirinya dan pasangan. Kedekatan dan rasa saling terbuka memang penting, tapi privasi nggak serta-merta hilang dalam kehidupan pasutri.
Setiap orang tetap harus menghormati privasi pasangannya. Tujuannya bukan untuk menyembunyikan rahasia atau kebohongan, tapi membuat pasangan merasa aman secara emosional.
Dalam laman The Couples Center juga disebutkan bahwa menghormati privasi pasangan ternyata bisa meningkatkan kepercayaan dan mencegah perilaku controlling yang sering kali malah memicu konflik.
Lantas, seperti apa, sih, batasan privasi suami istri yang sehat? Yuk, dengar pendapat teman kumparanMOM di bawah ini.
Mom Melani (28) berpendapat bahwa batasan privasi yang sehat tidak merujuk pada menyembunyikan perasaan atau masalah tanpa komunikasi, tapi memberikan waktu sendiri untuk pasangan melakukan hal-hal yang disenangi.
"Kadang pengen me time aja, entah ngopi, scroll TikTok, atau nonton haul baju, itu kan hak kita juga," ungkapnya.
Menurutnya, seseorang juga harus bisa menghormati ketika pasangannya belum ingin menceritakan sesuatu. Beri dia ruang untuk mencerna terlebih dahulu sebelum mengajak komunikasi.
Hal inilah yang dilakukan Mom Melani dengan pasangannya. "Aku, tuh, kalau lagi pusing suka ngumpet di dapur sambil ngemil. Suami udah ngerti kalau aku bilang 'aku ngilang dulu bentar, ya ', dia gak nge-follow up."
Tak jauh berbeda, Mom Pina (33) juga mengatakan kalau pasangan harus diberi privasi dan ruang sendiri untuk berpikir. "Jangan mentang-mentang udah nikah terus semua harus dibuka. Ada hal-hal yang memang buat kenyamanan pribadi kita juga," ucapnya.
Ilustrasi suami istri. Foto: Jacob Lund/Shutterstock
Menurutnya, dengan memberi ruang, hubungan bisa lebih adem dan harmonis. Ketika masalah muncul, emosi juga jadi nggak gampang meledak-ledak karena ada jeda untuk merenung terlebih dahulu.
"Kita juga manusia, kadang butuh ruang buat mikir, napas, atau sekadar diam tanpa diganggu suami nanya kenapa. Privasi itu bikin hubungan lebih adem, nggak gampang meledak," ujar Mom Pina.
Mom Vira (29) juga sepakat bahwa mengumbar seluruh hal pada pasangan dapat membuat hubungan lebih gampang berkonflik. "Kalau semua dibuka malah gampang ribut, serius deh," tekannya.
Menyadari hal itu, akhirnya Mom Vira memutuskan untuk menciptakan zonanya sendiri di sudut kamar. Zona itu dilengkapi buku, bantal empuk, dan lilin aromaterapi yang menenangkan. Di sinilah ia melakukan me time agar pikiran lebih jernih dan fresh.
"Itu zona aku banget. Kalau aku udah duduk di situ, suami tau dan gak ganggu aku," katanya.
Yuk berbagi pengalaman bersama ribuan ibu lainnya di komunitas teman kumparanMOM di kum.pr/mom2