Andra Soni melantik 23 pejabat eselon II di Pemprov Banten. Foto: kumparan
Gubernur Banten Andra Soni dan Wagub Dimyati Natakusumah melantik 23 pejabat eselon II di lingkungan Pemprov Banten di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang, Senin (3/11).
Andra mengatakan, penunjukan 23 pejabat ini sudah berdasarkan mekanisme talent pool (wadah basis data) yang berjalan di bawah pengawasan Badan Kepegawaian Negara (BKN).
"Alhamdulillah hari ini saya bersama Pak Wakil Gubernur Banten melaksanakan pengambilan sumpah dan pelantikan pejabat esselon II. Proses ini telah melalui mekanisme talent poil di bawah pengawasan BKN," kata Andra usai pelantikan.
Politikus Gerindra ini menuturkan, masih ada pelantikan pejabat eselon II lantaran terdapat pelaksanaan tugas (Plt) di beberapa posisi kepala OPD.
"Akan ada tahap kedua (pelantikan). Masih ada beberapa jabatan yang saat ini diisi Plt. Selain itu ada pula jabatan yang perlu melalui proses tersendiri serta jabatan-jabatan yang telah dijabat lebih dari 5 tahun dan perlu dievaluasi," ungkapnya.
"Nanti saya bersama Pak Wakil Gubernur akan membahas hal tersebut lebih detail," imbuh Andra.
Gubernur Banten Andra Soni. Foto: Dok. Istimewa
Andra meminta seluruh pejabat yang baru dilantik untuk memegang prinsip sesuai visi misi kepemimpinannya yakni 'Banten Maju, Adil Merata dan Tidak Korupsi' bila tidak ingin dievaluasi.
"Merupakan syarat wajib, karena visi misi Banten Maju, Adil Merata dan Tidak Korupsi adalah visi misi Pemprov Banten. Ini bukan lagi visi pribadi Andra atau Pak Dimyati, tapi visi kita semua," ucap Andra.
"Dan pejabat yang dilantik wajib menjalankan visi misi tersebut. Ke depan kita akan melakukan monitoring bersama mengawasi kinerja masing-masing pejabat," tandasnya.
Andra Soni melantik 23 pejabat eselon II di Pemprov Banten. Foto: kumparan
Berikut 23 daftar pejabat baru di lingkungan Pemprov Banten:
Budi Santoso – Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Banten
Drs. H. Kurnia Satriawan – Staf Ahli Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan Setda Provinsi Banten
Dr. H. Jamaluddin – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten
Dr. Nasir – Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Banten
Beni Ismail – Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Provinsi Banten
Arif Agus Rakhman – Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi Banten
Gunawan Rusminto – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Banten
Furkon – Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setda Provinsi Banten
Ismail – Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Banten
Dr. Mohamad Ali Hanapiah – Kepala Biro Umum Setda Provinsi Banten
Tubagus Rubal Faisal – Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Banten
Eli Susiyanti – Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten
Dr. Agus Supriyadi – Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Banten
Nana Suryana – Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Banten
Drs. Lutfi Mujahidin – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Banten
Lukman – Kepala Dinas Sosial Provinsi Banten
Ari James Faraddy – Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Banten
Rd. Berly Rizki Natakusumah – Kepala Badan Pendapatan Daerah Provinsi Banten
Novriyadi Purwansyah – Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Banten
Subhan Setia Budi Ganda R. – Sekretaris DPRD Provinsi Banten
Zaenal Mutaqin – Staf Ahli Pemerintahan, Politik dan Hukum Setda Provinsi Banten
Nana Supiana – Staf Ahli Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Setda Provinsi Banten
Ai Dewi Suzana – Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Banten
Wagub Banten, DImyati Natakusumah. Foto: kumparan
Ada Adik Wagub Banten
Dari total 23 pejabat yang dilantik, ada adik kandung Wakil Gubernur Banten yakni Raden Berly Rizky Natakusumah.
Berly dilantik menjadi Kepala Bapenda Provinsi Banten. Sebelumnya Berly menjabat sebagai Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) sekaligus Plt Kepala Dinas PMD.
Menanggapi itu, Dimyat mengaku pengangkatan Berly sebagai Kepala Dinas Bapenda Provinsi Banten menjadi beban tersendiri bagi dirinya sebagai seorang kakak.
Pasalnya, lanjut Dimyati, jabatan sebagai kepala dinas bukanlah sebuah keuntungan bagi dirinya yang kini menjabat Wakil Gubernur Banten.
"Berat sekali, apalagi dia adik saya. Bebannya juga ke saya. Saya sudah ingatkan 'awas jangan korupsi, jangan main-main apalagi di Bapenda, target pendapatan harus tercapai'. Dia harus berinovasi," kata Dimyati.
Dimyati mengaku, dirinya bakal lebih tenang bila tak ada anggota keluarganya yang menjadi pejabat di Pemprov Banten. Meski begitu, kata Dimyati, secara karier sosok adiknya memang sudah memenuhi syarat untuk diangkat sebagai kepala dinas.
"Sebenarnya saya lebih senang kalau tidak ada keluarga yang jadi pejabat. Tapi dia karirnya sudah mentok, sudah belasan tahun di eselon II, berpindah-pindah jabatan," terangnya.
"Kasihan dia, yang lain sudah promosi, dia malah terlambat. Tapi alhamdulillah sekarang sudah (diangkat). Basicnya memang mengikuti Purbaya, jadi sudah sesuai," imbuh Dimyati.
Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah. Foto: Instagram/ @dimyati.natakusumah
Bukan Nepotisme
Politikus PKS ini memastikan, penunjukan Berly sebagai Kepala Dinas Bapenda bukanlah sebuah nepotisme lantaran dirinya pernah melarang adik-adiknya yang lain untuk berpindah dari kabupaten/kota ke Pemprov Banten.
"Hanya dia satu-satunya adik saya di Provinsi Banten. Yang lan di kabupaten/kota. Ada yang mau pindah ke provinsi saya larang. Misalnya di Kota Tangerang, saya bilang 'jangan pindah ke provinsi, tetaplah mengabdi di kota'. Ada juga dari Pandeglang, saya larang pindah. Jadi ini bukan nepotisme, dia (Berly) sudah dari awal berkarier di Provinsi," tandasnya.