Anak Tidak Makan Lebih dari 30 Menit, Bisa Atasi GTM? - juandry blog

Halaman ini telah diakses: Views
kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Anak Tidak Makan Lebih dari 30 Menit, Bisa Atasi GTM?
Nov 29th 2025, 10:00 by kumparanMOM

Ilustrasi gerakan tutup mulut (GTM) yang terjadi pada anak. Foto: Shutterstock
Ilustrasi gerakan tutup mulut (GTM) yang terjadi pada anak. Foto: Shutterstock

Gerakan Tutup Mulut (GTM) merupakan momen yang bisa cukup melelahkan untuk orang tua. Bagaimana tidak, ketika bayi atau anak balita susah makan, kita pasti khawatir karena kurangnya asupan makanan yang masuk ke tubuhnya. Bagi Anda yang sedang mengusahakan berat badan anak, momen ini tentunya bikin khawatir.

Dikutip dari laman Ikatan Dokter Anak Indonesia, penyebab GTM pada balita bermacam-macam. Mulai dari rasa bosan, sedang sakit, tidak lapar, atau mengalami trauma, baik terhadap makanan tertentu maupun proses makan itu sendiri.

Menurut penelitian yang pernah dilakukan IDAI, penyebab tersering GTM pada anak adalah inappropiate feeding practice, yaitu perilaku makan yang tak benar atau pemberian makanan yang tidak sesuai usia.

Seringkali, hal ini terjadi sejak fase penyapihan atau waktu dimulainya pemberian makanan pendamping ASI (MPASI).

Pemberian makan yang benar perlu memperhatikan beberapa hal seperti tepat waktu, kuantitas dan kualitas makanan, kebersihan penyiapan dan penyajian makanan, serta harus sesuai dengan tahapan perkembangan anak.

Lantas, bagaimana mengatasi anak yang sedang GTM? Jawabannya, melatih perilaku makan yang benar (feeding rules), salah satunya menetapkan durasi makan cukup 30 menit saja.

Alasan Durasi Makan Anak Tidak Lebih dari 30 Menit

Anak susah makan. Foto: all_about_people/Shutterstock
Anak susah makan. Foto: all_about_people/Shutterstock

Dokter spesialis anak, dr. Aisya Fikritama, Sp.A, mengungkapkan aturan durasi makan sebaiknya tidak lebih dari 30 menit bukan tanpa alasan, Moms.

"Karena setelah lewat dari 30 menit, anak mulai kehilangan fokusnya dan rasa laparnya. Mereka jadi bosan, mulai main, jalan-jalan, minta nonton, yang bikin drama makan enggak selesai-selesai. Dan bikin orang tua makin capek," ujar dr. Aisya kepada kumparanMOM.

Dokter yang praktik di RS UNS Solo itu menjelaskan, dengan membatasi durasi makan, maka si kecil akan belajar untuk disiplin dengan waktu makan, serta membantu mengenali rasa lapar dan kenyangnya sendiri.

Buat Anda yang sedang menghadapi anak GTM, maka coba terapkan beberapa tips ini!

  • Makan tanpa TV, gadget, atau mainan

  • Orang tua ikut makan bersama, agar anak meniru kebiasaan makan ayah dan ibunya

  • Jangan paksa anak untuk makan, apalagi menyuapi sambil mejar-kejaran

  • Kalau anak menolak, hentikan dulu proses makannya dan tunggu jadwal makan berikutnya

  • Batasi camilan yang berlebihan di antara jam makan, dengan tujuan agar anak lapar pada waktunya

  • Sajikan porsi kecil tapi sering, supaya anak tidak ngerasa kewalahan

"Makan itu adalah proses belajar, bukan waktunya untuk perang. Cukup 30 menit, anak bisa belajar untuk makan dengan sabar dan tenang. Dan nanti juga akan terbiasa sendiri," tutup dr. Aisya.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url