Anak Pertama Kali Minum Jamu Kunyit Asam dan Langsung Doyan, Aman Nggak Sih? - juandry blog

Halaman ini telah diakses: Views
Blogtrottr
kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Anak Pertama Kali Minum Jamu Kunyit Asam dan Langsung Doyan, Aman Nggak Sih?
Nov 5th 2025, 16:00 by kumparanMOM

Ilustrasi anak membeli jamu. Foto: Muhdan Syarovy/Shutterstock
Ilustrasi anak membeli jamu. Foto: Muhdan Syarovy/Shutterstock

Sebuah video memperlihatkan seorang anak kecil yang dengan lahap meneguk jamu kunyit asam dan ternyata, dia suka banget! Banyak yang menganggap lucu dan gemas, tapi ada juga yang bertanya-tanya apakah boleh anak kecil minum jamu kunyit asam?

Menanggapi hal ini, Dokter Spesialis Anak, dr. Aisya Fikritama, SpA, menjelaskan bahwa sebenarnya tidak masalah jika anak mencicipi jamu kunyit asam sekali-sekali, asal tidak dijadikan kebiasaan rutin.

"Secara umum, anak sebaiknya tidak rutin diberi jamu kunyit asam, terutama anak di bawah usia 12 tahun." ujar dokter yang bekerja di rumah sakit UNS Solo itu kepada kumparanMOM, Selasa (4/10).

Menurut dr. Aisya, kunyit memang mengandung antioksidan dan anti-inflamasi, tapi kunyit juga bisa menghambat penyerapan zat besi di usus. Kalau dikonsumsi sering, anak bisa berisiko kekurangan zat besi atau anemia. Dengan kata lain, minum jamu sesekali boleh-boleh saja, tapi tidak untuk diminum harian seperti orang dewasa.

Berapa takaran aman untuk anak?

Jamu kunyit. Foto: Shutterstock
Jamu kunyit. Foto: Shutterstock

Karena jamu tidak memiliki standar dosis seperti obat medis, dr. Aisya menyarankan agar orang tua tetap berhati-hati.

"Sebagai gambaran aman, cukup 1–2 sendok teh kecil (5–10 ml) jamu buatan rumah, tidak setiap hari, dan sebaiknya lihat dulu reaksi anak," katanya.

Namun, kalau muncul mual, perut kembung, atau ruam kulit, segera hentikan ya, Moms.

Tips Aman Kalau Anak Ingin Coba Jamu

Ilustrasi jamu. Foto: Shutter Stock
Ilustrasi jamu. Foto: Shutter Stock

Kalau anak penasaran ingin ikut minum jamu seperti orang dewasa di rumah, dr. Aisya membagikan beberapa hal yang perlu diperhatikan agar tetap aman:

  1. Pilih jamu yang jelas bahannya.
Hindari jamu kemasan tanpa izin edar karena bisa saja mengandung bahan kimia obat.

  2. Gunakan bahan segar dan bersih.
Kalau mau buat sendiri, pastikan kunyit, asam jawa, dan gula yang digunakan bersih dan proporsional.

  3. Berikan setelah makan.
Karena rasanya asam dan bisa agak "tajam" di lambung, jamu sebaiknya diminum setelah makan agar tidak perih.

  4. Awasi reaksi anak.
Kalau anak tampak mual, perut kembung, diare, atau muncul ruam, hentikan dulu dan konsultasikan ke dokter.

  5. Jangan berikan bersamaan dengan obat dokter.
Beberapa jamu bisa memengaruhi kerja obat medis, jadi sebaiknya beri jeda atau konsultasikan dulu.

"Gunakan jamu sebagai tambahan, bukan pengganti pola makan sehat. Pastikan anak tetap mendapatkan nutrisi cukup, tidur cukup, dan minum air putih yang banyak," tutup dr. Aisya.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url