Anak 5 Tahun Meninggal Tersengat Tawon, Dokter Jelaskan Penyebabnya - juandry blog

Halaman ini telah diakses: Views
kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Anak 5 Tahun Meninggal Tersengat Tawon, Dokter Jelaskan Penyebabnya
Nov 5th 2025, 14:00 by kumparanMOM

Kakak-beradik di Kampung Piket, Desa Sukatenang, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi, diserang kawanan tawon pada Rabu (29/10/2025). Foto: Dok. Istimewa
Kakak-beradik di Kampung Piket, Desa Sukatenang, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi, diserang kawanan tawon pada Rabu (29/10/2025). Foto: Dok. Istimewa

Baru-baru ini peristiwa tragis terjadi di Kampung Piket, Desa Sukatenang, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi. Seorang anak berusia 5 tahun berinisial SK meninggal dunia akibat sengatan tawon pada Rabu (29/10). Sementara sang kakak, SG (6), berhasil selamat dari serangan serupa.

Kejadian bermula saat dua kakak beradik itu berjalan menuju warung untuk membeli jajanan. Tanpa diduga, mereka diserang segerombolan tawon yang bersarang di pinggir jalan. Sang kakak berhasil menyelamatkan diri, namun adiknya, tidak sempat berlari sehingga tubuhnya diserang berkali-kali oleh tawon.

"Kalau abangnya nggak terlalu parah, adiknya justru sekujur tubuh, badan, muka, pipi, bibir, kepala, tangan, kena sengatan," ucap Rajab, relawan kesehatan kecamatan setempat pada Jumat (31/10).

Ilustrasi lebah pembunuh.   Foto: Shutterstock
Ilustrasi lebah pembunuh. Foto: Shutterstock

Warga yang mengetahui kejadian tersebut segera membawa keduanya ke klinik terdekat untuk membersihkan luka akibat sengatan. Setelah mendapatkan perawatan awal, keduanya dipulangkan karena dinilai tidak perlu rawat inap.

Namun, malam harinya, kondisi SK memburuk. Tubuhnya tampak pucat, suhu tubuh meningkat, dan ia terlihat sangat lemah. Keesokan paginya, keluarga membawa SK ke rumah sakit untuk mendapat penanganan medis lebih lanjut. Sayangnya, nyawa SK tidak tertolong.

Dokter Imbau Waspadai Sengatan Tawon

Menanggapi kasus ini,Dokter Spesialis Anak dan Expert kumparanMOM, dr. Reza Abdussalam, Sp.A, mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap keberadaan tawon di sekitar lingkungan tempat tinggal.

Bila melihat kerumunan tawon, ajarkan anak untuk:

- Segera menghindari lokasi tersebut.

- Jangan bermain-main di sekitar sarangnya.

Kakak-beradik di Kampung Piket, Desa Sukatenang, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi, diserang kawanan tawon pada Rabu (29/10/2025). Foto: Dok. Istimewa
Kakak-beradik di Kampung Piket, Desa Sukatenang, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi, diserang kawanan tawon pada Rabu (29/10/2025). Foto: Dok. Istimewa

Menurutnya, satu kali sengatan tawon biasanya tidak menimbulkan reaksi berbahaya. Namun, tawon dapat menyengat berulang kali, bahkan menyerang bersama kawanannya. Sengatan dalam jumlah banyak bisa menimbulkan reaksi alergi berat atau syok anafilaktik.

"Tawon bisa menyengat beberapa kali dan kadang bisa barengan sama kawanan tawon lain. Sehingga bisa terjadi sengatan yang banyak dan berulang," ucap dr. Reza kepada kumparanMOM, Senin (3/11).

Ilustrasi sarang lebah. Foto: Le Do/Shutterstock
Ilustrasi sarang lebah. Foto: Le Do/Shutterstock

Kondisi tersebut dapat menyebabkan penyempitan saluran napas yang membuat korban sulit bernapas, penurunan kesadaran, hingga kerusakan organ vital seperti ginjal jika tidak segera ditangani.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk selalu waspada terhadap ancaman hewan beracun di sekitar lingkungan. Kewaspadaan dan penanganan cepat dapat mencegah risiko fatal, terutama pada anak-anak. Sehingga diharapkan kejadian serupa tidak terulang serta kesadaran akan bahaya sengatan tawon semakin meningkat di tengah masyarakat.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url