Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan paparan saat konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Senin (22/9/2025). Foto: Asprilla Dwi Adha/ANTARA FOTO
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kantor Pusat Bank Mandiri pada Senin (6/10). Kunjungan tak terjadwal ini dilakukan untuk memantau langsung kinerja penyaluran dana penempatan pemerintah yang sebelumnya digelontorkan melalui bank-bank BUMN.
"Biasa kita kasih semacam sidak dadakan. Mereka nggak tau, baru tau tadi pagi kali pas saya mau masuk, saya mau datang ke sana. Tapi diskusinya menarik sih," kata Purbaya dalam video di TikTok @PurbayaYudhis, Senin (6/10).
Menurutnya, Bank Mandiri menunjukkan kesiapan yang lebih baik dibandingkan BNI dalam mengelola dana tersebut. Ia menduga hal itu karena pihak Mandiri sudah lebih dulu mendapat informasi mengenai rencana kunjungan tersebut, sehingga bisa menyiapkan data dengan matang.
"Mereka lebih siap dibandingin BNI karena mungkin udah denger cari-cari bocoran terus kan. Sebenarnya mereka siap-siap. Jadi bagus sih," katanya.
Dari hasil pantauannya, sekitar 70 persen dana yang ditempatkan pemerintah di Bank Mandiri sudah tersalurkan ke berbagai sektor produktif. Purbaya menyebut, bank pelat merah tersebut bahkan berencana memperluas penyaluran ke sektor properti dan otomotif.
"Saya monitor, dari uang yang kita kasih ke mereka, 70 persen udah keserap, udah disalurkan. Mungkin mereka minta lagi kalau bisa ada tambahan yang bisa disalurkan ke sektor yang lain. Mungkin ke properti dan otomotif," ungkapnya.
Ia juga memastikan dana sebesar Rp 200 triliun yang telah digelontorkan pemerintah melalui perbankan sudah berputar di sektor riil. Menurutnya, kinerja kredit Mandiri tumbuh signifikan dari 8 persen menjadi hampir 11 persen.
Dari perkembangan itu, Purbaya menilai penyaluran kredit menjadi sinyal positif bagi ekonomi nasional menjelang akhir tahun. Ia optimistis pertumbuhan ekonomi kuartal IV bisa menembus di atas 5,5 persen.
"Data terakhir, belum penuh satu bulan kan. Jadi positif, sinyal positif. Artinya kira-kira stimulus saya akan jalan di ekonomi. Jadi saya positif triwulan IV, ekonomi akan tumbuh mungkin di atas 5,5 persen," katanya.
Bank Mandiri Serap 63 Persen Dana Rp 55 Triliun
Dalam laporan resminya, Bank Mandiri mengungkapkan telah menyalurkan Rp 34,5 triliun atau sekitar 63 persen dari total penempatan dana pemerintah senilai Rp 55 triliun hingga akhir September 2025. Dana tersebut digunakan untuk memperkuat industri padat karya, sektor ekspor, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri, Novita Widya Anggraini, menyebut tambahan likuiditas ini menjadi katalis penting bagi ekspansi pembiayaan sektor produktif.
"Bank Mandiri optimis dapat menyerap penempatan dana ini secara optimal hingga 100 persen pada akhir tahun ini dengan prioritas pada sektor dan industri padat karya serta UMKM yang terbukti mampu menjadi penopang kehidupan ekonomi keluarga di berbagai wilayah Indonesia," ujar Novita dalam keterangan tertulis, Senin (6/10).
Ilustrasi Bank Mandiri. Foto: Dok. Bank Mandiri
Bank berkode emiten BMRI itu juga menyalurkan kredit ke sejumlah sektor strategis, seperti perkebunan, ketahanan pangan, hilirisasi sumber daya alam, energi terbarukan, layanan kesehatan, manufaktur, dan kawasan industri.
Novita menambahkan, tambahan dana dari Kementerian Keuangan memperkuat kapasitas pembiayaan Mandiri untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
"Dengan tambahan penempatan dana Kementerian Keuangan sebesar Rp 55 triliun, kapasitas pembiayaan Bank Mandiri semakin solid sehingga mampu mengakselerasi sektor-sektor prioritas. Hal ini sejalan dengan komitmen perseroan untuk memperluas inklusi keuangan sekaligus mempererat sinergi dengan program pemerintah," ujarnya.
Bank Mandiri menegaskan komitmennya memastikan dana tersalurkan tepat sasaran. "Dengan akselerasi, sinergi, dan komitmen yang konsisten, kami meyakini langkah ini menjadi bukti nyata peran Bank Mandiri sebagai agen pembangunan yang tidak hanya mendukung korporasi besar, tapi juga memberdayakan ekonomi kerakyatan sebagai fondasi utama pertumbuhan nasional," pungkas Novita.