Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan terkait program paket ekonomi usai rapat koorddinasi dengan Presiden Prabowo Subianto di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Senin (15/9/2025). Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa telah menerima banyak masukan dari pelaku industri rokok, khususnya terkait tarif cukai hasil tembakau (CHT). Dari masukan yang didapat, iaa memutuskan untuk tidak mengubah tarifnya.
"Tapi satu hal yang saya adopsikan dengan mereka, apakah saya perlu mengubah tarif cukai (rokok) tahun 2026, mereka bilang asal nggak diuba, udah cukup, yaudah saya nggak ubah. Tadinya padahal saya mikir mau nurunin, dia bilang udah cukup. Ini salah mereka aja sendiri," kata Purbaya saat diskusi bersama media di kantor Kemenkeu, Jakarta Pusat, Jumat (26/9).
Purbaya menjelaskan pihaknya juga sedang membersihkan pasar dari produk ilegal, baik yang berasal dari luar negeri maupun produksi dalam negeri yang tidak membayar kewajiban pajak dan cukai.
"(Bersihin pasar) dari produk-produk yang nggak bayar pajak ya. Kalau kita bunuh semua, ya matilah mereka," kata Purbaya.
Sebagai solusi, Purbaya menyebut rencananya ada program khusus berupa kawasan industri hasil tembakau yang menerapkan konsep sentralisasi dan one stop service. Ia menjelaskan di kawasan tersebut akan tersedia fasilitas seperti mesin, gudang, dan pabrik dengan pengaturan cukai yang memudahkan produsen ilegal untuk beralih menjadi pelaku usaha yang taat dan masuk ke dalam sistem perpajakan.
"Konsepnya adalah sentralisasi plus one stop service. Ini sudah jalan di Kudus, Jawa Tengah, dan di Pare-Pare di Sulawesi Selatan. Jadi kita akan jalankan lagi di kota-kota yang lain," jelas Purbaya.
Purbaya menegaskan kebijakan ini disusun agar pelaku usaha kecil dapat tetap hidup dan bersaing secara wajar, sementara perusahaan besar tidak terganggu oleh praktik persaingan yang tidak adil.
Ia menambahkan bahwa akan mempertimbangkan berbagai masukan untuk mengatur agar produsen kecil bisa beroperasi secara legal dan membayar cukai.
"Saya akan pertimbangkan masukan-masukan seperti itu. Tapi yang kita atur adalah supaya yang kecil bisa hidup, yang besar juga bisnisnya nggak keganggu secara tidak fair. Ini berjalan semua nih," kata Purbaya.