Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan alun-alun adalah tempat untuk menyampaikan aspirasi sejak zaman kerajaan.
Menurut Dedi, setiap pemerintahan memiliki alun-alun yang terdapat pohon beringin.
Di bawah pohon beringin itulah para warga mengadu kepada rajanya.
"Jadi dulu zaman raja, warga itu mengadu pada pemimpin duduk di bawah pohon beringin di alun-alun," kata Dedi usai menghadiri acara Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru Universitas Pasundan Bandung, di Sabuga Bandung, Selasa (16/9).
"Jadi setiap kepala daerah pasti punya pendopo. Pendoponya pasti alun-alun. Nah alun-alun itu tempat menyampaikan aspirasi," ujar pria yang akrab disapa KDM atau Kang Dedi Mulyadi itu.
Pembahasan soal tempat-tempat untuk publik menyampaikan aspirasi atau demo menjadi ramai usai Menteri HAM, Natalius Pigai, mengusulkan agar dibuat sebuah lapangan di halaman Gedung DPR RI yang khusus dipakai untuk masyarakat berdemonstrasi.
Pigai berpendapat negara harus menyediakan ruang untuk masyarakat berpendapat.
"Jadi gini, rakyat itu harus disediakan ruang. Karena bagaimana pun juga negara ini ada karena rakyat. Rakyat menopang negara. Karena itu ruang demokrasi harus dibuka," ucap Pigai di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Senin (15/9).
"Rakyat memang harus diberi tempat dan ruang. Negara berhak dan berkewajiban menyediakan ruang demokrasi bagi rakyat," tambahnya.