Fosil Buaya Purba Pemakan Dinosaurus Ditemukan, Dinamai Dewa Mesir - juandry blog

Halaman ini telah diakses: Views
kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Fosil Buaya Purba Pemakan Dinosaurus Ditemukan, Dinamai Dewa Mesir
Sep 3rd 2025, 08:30 by kumparanSAINS

Tulang-tulang fosil Kostensuchus atrox, buaya purba yang hidup sekitar 70 juta tahun lalu menjelang akhir era dinosaurus, ditemukan di wilayah Patagonia, Argentina, dipamerkan di Universitas Maimonides, Buenos Aires, Argentina (27/8/2025). Foto: ALESSIA MACCIONI/REUTERS
Tulang-tulang fosil Kostensuchus atrox, buaya purba yang hidup sekitar 70 juta tahun lalu menjelang akhir era dinosaurus, ditemukan di wilayah Patagonia, Argentina, dipamerkan di Universitas Maimonides, Buenos Aires, Argentina (27/8/2025). Foto: ALESSIA MACCIONI/REUTERS

Sekelompok peneliti menemukan fosil seekor predator purba mirip buaya raksasa yang hidup sekitar 70 juta tahun lalu di Patagonia, Argentina. Hewan ini diperkirakan memburu dinosaurus pada zaman Kapur.

Buaya purba ini dinamai Kostensuchus atrox, yang diambil dari nama angin Patagonia yang disebut "Konstan" dan dewa berkepala buaya Mesir, yang juga dikenal sebagai Suchus. K. Atrox. Menurut studi yang terbit di jurnal PLOS One, ia bisa tumbuh dengan panjang hingga 3,5 meter dan berat mencapai 250 kilogram.

Predator ini bersifat hiper karnivora yang artinya lebih dari 70% makanannya adalah daging. Dengan moncong lebar, gigi besar, dan kaki depan yang kuat, K. atrox mampu memangsa mangsa yang besar ekosistem Amerika Selatan pada periode Kapur (sekitar 145 juta hingga 66 juta tahun lalu).

Menurut penulis utama studi, Fernando Novas, seorang paleontolog di Dewan Penelitian Ilmiah dan Teknis Nasional (CONICET) dan Yayasan Sejarah Alam Félix de Azara di Argentina, penemuan ini menyoroti fakta bahwa dinosaurus hidup berdampingan dengan beragam organisme.

Tim yang menemukan dan meneliti fosil Kostensuchus atrox, buaya purba yang hidup sekitar 70 juta tahun lalu menjelang akhir era dinosaurus, yang ditemukan di wilayah Patagonia, Argentina (27/8/2025). Foto: ALESSIA MACCIONI/REUTERS
Tim yang menemukan dan meneliti fosil Kostensuchus atrox, buaya purba yang hidup sekitar 70 juta tahun lalu menjelang akhir era dinosaurus, yang ditemukan di wilayah Patagonia, Argentina (27/8/2025). Foto: ALESSIA MACCIONI/REUTERS

"Khususnya, buaya darat sangat beragam dan melimpah selama masa kapur di Amerika Selatan dan Afrika, termasuk yang berukuran kecil maupun besar, pemakan daging dan tumbuhan, yang menunjukkan bahwa benua-benua ini adalah 'tanah buaya'," kata Novas, mengutip Live Science.

Buaya yang telah punah ini bersaing dan memangsa dinosaurus, serta memainkan peran penting dalam struktur ekosistem yang telah punah.- Fernando Novas, Paleontolog dari Dewan Penelitian Ilmiah dan Teknis Nasional (CONICET) dan Yayasan Sejarah Alam Félix de Azara di Argentina -

K. atrox merupakan bagian dari kelompok reptil yang disebut crocodyliform peirosaurid, kerabat buaya yang masih hidup dan telah punah.

Fosil yang baru ditemukan ini terawetkan dengan sangat baik sehingga K. atrox menjadi salah satu contoh crocodyliform peirosaurid terbaik yang pernah ditemukan, dan merupakan anggota bermoncong lebar dan berukuran besar terlengkap yang pernah tercatat.

Orang-orang mengamati fosil tulang Kostensuchus atrox, buaya purba yang hidup sekitar 70 juta tahun lalu menjelang akhir era dinosaurus, yang ditemukan di wilayah Patagonia Argentina, di Universitas Maimonides, Buenos Aires, Argentina (27/8/2025). Foto: ALESSIA MACCIONI/REUTERS
Orang-orang mengamati fosil tulang Kostensuchus atrox, buaya purba yang hidup sekitar 70 juta tahun lalu menjelang akhir era dinosaurus, yang ditemukan di wilayah Patagonia Argentina, di Universitas Maimonides, Buenos Aires, Argentina (27/8/2025). Foto: ALESSIA MACCIONI/REUTERS

Para peneliti menemukan K. atrox di formasi batuan Chorrillo, Patagonia. Mereka juga menemukan dinosaurus karnivora yang lebih besar bernama Maip macrothorax pada waktu yang hampir bersamaan, yang diungkapkan pada 2022. M. macrothorax adalah megaraptor yang panjangnya sekitar 9 hingga 10 meter.

Meski K. atrox lebih kecil daripada M. macrothorax, predator ini disebut mampu memangsa dinosaurus berukuran kecil hingga sedang. Artinya, ia mampu menyaingi predator dinosaurus teratas di wilayah tersebut.

Reporter: Muhamad Ardyansyah

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url