Petugas menunjukkan sampel emas batangan di Butik Emas Logam Mulia. Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra, Kawendra Lukistian, mencecar Direktur Utama PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam Achmad Ardianto terkait stok emas batangan yang sempat kosong di sejumlah tempat. Menurutnya, hal ini bisa mengindikasikan adanya permainan.
"Saya dapat kabar dari teman-teman, kalau cari stok emas susah. Cuma bisa 20 persen paling, kan kalau begini permainan, nunggu harga segala macam, ini kan nyumbang inflasi gila-gilaan kalau begini. coba di cek. Mungkin anak buah bapak (Dirut Antam)," kata Kawendra dalam rapat bersama Komisi VI DPR RI di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat pada Senin (29/9).
Merespons hal itu, Direktur Utama Antam, Achmad Ardianto, menjelaskan selama ini memang Antam tak terlepas dari perusahaan mitra karena keterbatasan modal. Hal ini membuat stok yang dikuasai Antam hanya 30 persen.
Direktur Utama Antam, Achmad Ardianto. Foto: YouTube/ DPR RI
"Jadi tidak 100 persen 43 ton itu uangnya Antam, itu 70 persen itu adalah wholesaler yang membeli ke Antam. Nah sedangkan stok yang dikuasai sama Antam itu maksimum 30 persen," kata Achmad.
Dari 30 persen stok tersebut, Achmad menuturkan emas-emas tersebut langsung disebarkan ke 15 butik Antam. Untuk saat ini, ia juga mengakui bahwa animo pembelian emas oleh masyarakat sangat banyak.
Dengan sistem yang melibatkan perusahaan mitra, Achmad juga menuturkan stok emas Antam memang sangat bergantung pada pesanan.
"Sekarang ini saya bisa katakan bahwa stok kita sangat tergantung dari pemesanan. Jadi artinya kita tidak punya inventory yang cukup sebenarnya. karena begitu kita simpan emas kalau tidak ada kepastian penjualan maka kita terekspos dengan risiko," ujarnya.
Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam terpantau naik pada perdagangan Senin (29/9). Dalam situs Logam Mulia, harga emas hari ini naik Rp 7.000 menjadi Rp 2.198.000 per gram. Sementara itu, harga jual kembali atau buyback emas Antam hari ini juga naik Rp 7.000 menjadi Rp 2.045.000 per gram.