Naquita Guntara bersama sang ayah, Yudi Guntara, di MilkLife Soccer Challenge Bandung Series 1 2025/26. Foto: Antika Fahira/kumparan
Nama Naquita Syahmina Guntara semakin melekat di benak para pencinta sepak bola wanita Bandung. Dalam gelaran MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Bandung, turnamen sepak bola wanita U-10 dan U-12 besutan MilkLife dan Djarum Foundation, ia menjadi top scorer dua kali berturut-turut.
Pertama, di MLSC Bandung 2025 pada Juni lalu. Naquita menjadi pencetak gol terbanyak di kategori U-10 dengan torehan 15 gol.
Lalu, di MLSC Bandung Series 1 2025/26, ia tampil lebih tajam lagi. Pemain berusia sembilan tahun tersebut melesakkan total 52 gol dan memastikan dirinya kembali menjadi top scorer U-10.
Di balik kesuksesan Naquita, ada peran besar dari sang ayah. Ayahnya merupakan legenda Persib Bandung era 1991-2001 sekaligus mantan pemain Timnas Indonesia era 1985-1995, Yudi Guntara.
Di final di MLSC Bandung Series 1 2025/26, Yudi terlihat mendukung langsung sang anak dari tepi lapangan. Doa dan dukungannya terbayar lunas ketika Naquita berhasil membawa SD Pelita juara di kategori U-10 usai mengalahkan juara bertahan SDN 075 Jatayu dengan skor 4-1.
Naquita tampil gemilang di pertandingan tersebut dengan mencetak quattrick.
"Saya bersyukur anak saya bisa menjadi top scorer di event ini. Tetapi yang paling penting adalah Naquita bagi saya kerja keras, disiplin, dan kemauan yang sangat tinggi," ucap Yudi di Lapangan Chandradimuka Pusdikif, Bandung, Minggu (21/9).
"Itu yang paling penting yang saya nilai terhadap anak saya. Mudah-mudahan anak saya bisa menjadi inspirasi bagi pemain-pemain SD atau perempuan yang ada di Kota Bandung khususnya," sambungnya.
Naquita Syahmina Guntara sedang menendang penalti di laga final MilkLife Soccer Challenge Bandung Series 1 2025/26. Foto: Dok. MilkLife Soccer Challenge
Tak hanya mengawasi, Yudi juga turun langsung memberi latihan tambahan untuk sang putri jelang turnamen MLSC.
"Iya, sama saya dikasih latihan pribadi. Di luar, di Akademi Persib juga di hari Selasa, Kamis, dan Sabtu. Di Rabu, Jumat, dan Minggu saya berikan latihan ekstra buat anak saya," jelas Yudi.
Sebagai mantan pesepak bola profesional, Yudi paham betul tantangan di lapangan hijau. Ia pun memberi pesan khusus untuk para orang tua yang ingin mendukung anak-anaknya menekuni olahraga ini.
"Buat orang tua kalau punya anak yang berbakat, ya tentunya harus di-support. Terutama yang paling penting adalah bagi saya, anak-anak main bola sekarang di usia dini adalah attitude yang harus bagus," kata Yudi.
"Kemudian yang kedua adalah disiplin. Disiplin juga banyak kan, ada disiplin mengenai makanan, disiplin latihan, dan lain sebagainya," tambahnya.
Yudi kemudian bercerita mengenai sikap disiplin luar biasa yang dimiliki Naquita. Meski dirinya ingin beristirahat di hari libur, sang anak tetap semangat mengajaknya berlatih.
"Saya kan udah umur 57 tahun. Di hari hari Minggu saya mau istirahat dulu. Tapi saya coba, 'Naquita', saya pengen tes gitu kan. 'Ayo kita latihan'. 'Ayo, ayo kita latihan,'" tuturnya.
"Dia langsung pakai sepatu, siapin semuanya. Nah, itu luar biasa disiplin. Yaudah, saya terus langsung support, support, support," pungkasnya.