Tahapan Pubertas pada Anak Laki-Laki, Pahami Fasenya!

Halaman ini telah diakses: Views
Ilustrasi mimpi basah yang dialami anak laki-laki saat memasuki pubertas. Foto: MIA Studio/Shutterstock
Ilustrasi mimpi basah yang dialami anak laki-laki saat memasuki pubertas. Foto: MIA Studio/Shutterstock

Anak yang beranjak usia remaja akan mulai mengalami banyak perubahan, baik secara fisik maupun mental. Dan salah satu yang akan mereka hadapi adalah pubertas.

Baik anak perempuan maupun laki-laki akan menjalani tahapan pubertas yang bagi beberapa anak akan menantang. Terkhusus untuk anak laki-laki, seperti dikutip dari Very Well Family, biasanya pubertas akan dimulai lebih lambat ketimbang anak perempuan.

Anak laki-laki yang sedang dalam masa pubertas akan mengalami perubahan fisik, seperti tubuh menjadi lebih besar dan kuat, suara berubah menjadi lebih berat, tubuh lebih berotot, hingga nantinya mulai menjadi dewasa secara seksual.

Saat anak mengalami masa pubertas, penting untuk orang tua menyadari, memahami dan mendampingi si kecil dalam menghadapi perubahan yang dialami.

Tahapan pubertas pada anak laki-laki juga akan berlangsung dalam waktu beberapa tahun. Yuk, pahami apa saja tahapan tersebut!

Tanda-tanda Pubertas pada Anak Laki-Laki

Ilustrasi mimpi basah yang dialami anak laki-laki saat memasuki pubertas. Foto: TY Lim/Shutterstock
Ilustrasi mimpi basah yang dialami anak laki-laki saat memasuki pubertas. Foto: TY Lim/Shutterstock

Rata-rata, anak laki-laki rata-rata akan memulai masa pubertasnya pada usia 11 tahun. Namun, ada juga yang mengalaminya lebih cepat, atau sekitar usia 9 tahun. Dan masih wajar bila anak laki-laki mengalaminya hingga berusia 14 tahun.

Berikut perubahan yang terjadi pada anak laki-laki mengalami pubertas:

1. Bentuk Tubuh

Bila dilihat secara fisik, Anda mungkin memperhatikan tubuhnya yang mulai tumbuh lebih tinggi dan berotot. Namun, sebelum itu terjadi, berat badannya juga mungkin sedikit bertambah. Dan penambahan tingginya akan mencapai puncak ketika usianya 13 tahun.

Bahu mereka akan terlihat melebar dan otot-ototnya akan menjadi lebih kekar. Secara fisik, anak akan menjadi lebih kuat dan dapat memaksimalkan pertumbuhan fisik yang dialaminya dengan rutinitas olahraga yang teratur.

2. Mudah Berkeringat hingga Tumbuh Rambut dan Jerawat

Sebelum masa pubertas, beberapa orang tua mungkin akan kesulitan ketika menyuruh anak mencuci tangan atau mandi. Namun, hal sebaliknya akan terjadi ketika anak memasuki usia praremaja. Sebab, mereka akan lebih banyak berkeringat dan dapat menimbulkan bau badan yang membuatnya tidak nyaman.

Ilustrasi Ibu dan anak laki-laki. Foto: Shutter Stock
Ilustrasi Ibu dan anak laki-laki. Foto: Shutter Stock

Hormon anak pun akan menghasilkan lebih banyak minyak di kulit, sehingga akan mulai tumbuh jerawat-jerawat pada wajahnya. Maka dari itu, masa pubertas juga penting untuk mulai memperkenalkan anak pada rutinitas perawatan kulit yang tepat.

3. Perubahan pada Penis dan Testis

Tanda awal pubertas lainnya adalah mulai tumbuhnya buah zakar dan skrotum anak. Biasanya, perubahan ini membuat volume penis dan testis membesar lebih dari dua kali lipat. Tidak hanya penis dan testis, tetapi akan mulai tumbuh juga rambut kemaluan mereka.

4. Ereksi di Malam Hari

Mimpi basah juga merupakan salah satu tahapan pubertas yang akan dialami oleh anak laki-laki. Sehingga, ada kemungkinan mereka bisa mengalami ejakulasi di malam hari saat tidur.

Saat anak baru pertama kali mengalaminya, beri penjelasan agar tidak panik dan hal ini wajar terjadi pada laki-laki yang akan beranjak remaja.

Ilustrasi Ibu dan anak laki-laki. Foto: Shutter Stock
Ilustrasi Ibu dan anak laki-laki. Foto: Shutter Stock

5. Perubahan Suara

Suara anak laki-laki yang awalnya cempreng akan 'pecah' dan berubah menjadi lebih berat saat masa pubertas. Kondisi ini terjadi karena pita suara dan kotak suara (laring) mereka berubah. Sebelum suara berubah sepenuhnya, anak mungkin akan merasakan suaranya lebih serak.

6. Perubahan Suasana Hati

Perubahan hormonal, fisik, dan emosional yang terjadi juga dapat menimbulkan perubahan suasana hati pada anak laki-laki. Selama anak dalam fase ini, Anda perlu sedikit bersabar dan ikut mendampingi anak ketika dibutuhkan.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url