LDS Helat Democracy Studies Batch 2, Bahas Demokrasi dan Disrupsi Informasi

Halaman ini telah diakses: Views
Ketua Aji Bandar Lampung, Sekaligus Pimpinan Redaksi Lampung Geh, Dian Wahyu Kusuma saat memaparkan materi di Kantor LDS. | Foto: LDS
Ketua Aji Bandar Lampung, Sekaligus Pimpinan Redaksi Lampung Geh, Dian Wahyu Kusuma saat memaparkan materi di Kantor LDS. | Foto: LDS

Lampung Geh, Bandar Lampung - Lampung Democracy Studies (LDS), melanjutkan Democracy Studies batch 2 dengan mengusung tema "Demokrasi dan Disrupsi Informasi", pada Minggu, (31/3).

Ketua AJI Bandar Lampung, Dian Wahyu Kusuma, selaku narasumber menyampaikan bahwa Pers adalah pilar demokrasi bersanding dengan trias politika eksekutif, legislatif, dan yudikatif.

"Karya jurnalistik adalah sebuah informasi dan opini yang harus sampai kepada masyarakat sebagai upaya mencerdaskan kehidupan bangsa. Karena itulah, lembaga pers maupun jurnalis yang memproduksi informasi dan opini yang bersifat jurnalistik harus ter uji kredibilitasnya," ungkapnya

Dia mengatakan, banyak faktor yang mengakibatkan pers seolah mengalami degradasi wacana kritis.

"Banyak faktor, seperti kurang ketat dalam proses seleksi menjadi wartawan, minimnya pemasukan dana yang dapat dikelola sehingga mengganggu stabilitas lembaga pers, dan yang terbaru adalah gempuran informasi yang bertaburan di platform media sosial seperti youtube, facebook, dan tiktok yang sangat mudah di akses oleh masyarakat namun tidak memiliki standar, apakah informasi itu dapat di percaya atau tidak," tuturnya.

Dian, menjelaskan, masyarakat harus mampu memilih kelompok media yang dapat di uji kebenarannya, karena dengan merebaknya media sosial hari ini membuat informasi semakin samar.

"Masyarakat harus bisa memilih media mana yang dapat di uji kebenarannya, dengan merebaknya media sosial hari ini, membuat semua masyarakat dapat memproduksi sekaligus menyampaikan berbagai informasi. Hal ini membuat semakin samar kebenaran dalam dunia digital," kata Dian.

Menurutnya, media pers memiliki peran penting dalam setiap perubahan sosial, baik dalam menyajikan fakta-fakta, fenomena, dll, sehingga dapat membangun kecerdasan di masyarakat.

"Kita semua memiliki tanggung jawab moril untuk dapat membangun sumber daya manusia dengan mengupayakan masyarakat pengguna media sosial yang memahami etika jurnalistik agar informasi yang dipublikasi dapat di pertanggungjawabkan kebenarannya," jelasnya.

Terakhir, Dian menyampaikan, lembaga pers harus dapat lebih berinovasi agar wacana kritis yang diproduksi dapat dikonsumsi oleh masyarakat secara luas.

"Pesatnya kemajuan teknologi Informasi saat ini, seperti platform media sosial, penyajian informasi dalam bentuk video, dan terbaru mudahnya mencari informasi menggunakan Chat bot Artificial Intelligens (AI), harus membuat lembaga pers untuk lebih berinovasi agar wacana kritis yang diproduksi dapat dikonsumsi oleh masyarakat luas," tutupnya

Sementara, Een Riansah mengatakan Democracy Studies batch 2 akan terus berlanjut dalam rangka membaca serta memahami kompleksitas demokrasi dan politik di Indonesia.

"Selanjutnya, akan dilanjutkan pada tanggal 3-4 April 2024, dengan tetap ada orientasi awal bahwa diskusi yang dilaksanakan dalam rangka membaca dan memahami kompleksitas demokrasi dan politik di Indonesia," tuturnya. (Cha/Put)

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url